Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tingkatkan Nilai Tambah Komoditas Pangan

📅 Selasa, 21 Mar 2023, 03:39 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tingkatkan Nilai Tambah Komoditas Pangan Doc: ANTARA Foto/HO-Humas Pemprov Sulsel
Ket. Kepala Dinas TPH-Bun Sulawesi Selatan Imran Jausy pada Gelar Produk Tanaman Pangan dilaksanakan untuk meningkatkan Nilai Tambah dan Daya Saing Produk Tanaman Pangan Orientasi Ekspor, di Makassar, Senin (20/03/2023).

Makassar - Terobosan cerdas, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPH-Bun) Provinsi Sulawesi Selatan(Sulsel) bersama Tim Penggerak PKKsetempat berupaya meningkatkan nilai tambah dan daya saing komoditas berorientasi ekspor dengan melaksanakan kegiatan Gelar Produk Tanaman Pangan di Makassar, Senin.

"Setiap komoditas harus memiliki daya saing dan kualitas ekspor, karena itu sebagai pemerintah berupaya memfasilitasi UMKM dan pemasok," kata Kepala Dinas TPH-Bun Sulsel Imran Jausydi Makassar, Senin.

Banyak komoditas pertanian yang harus didorong agar memiliki daya saing, salah satunya, katanya yakni kopi perlu didorong agar berorientasi ekspor.

Ia mengungkapkan, tanaman pangan andalan Sulsel tidak hanya beras dan jagung. Tetapi sudah ada sorgum, sebagai pengganti gandum. "Benih sorgum yang diberikan Kementerian Pertanian belum lama ini sudah panen di Bulukumba," ungkapnya.

Imran Jausy menambahkan, diversifikasi pangan sangat penting dilakukan menyesuaikan dengan makin beragamnya produk olahan pangan.

"Tinggal kita penuhi syarat-syaratnya. Mulai dari perijinan, halal, dan lain-lain berdasarkan persyaratan umum dalam bermitra," ujarnya.

Ketua TP PKK Sulsel diwakili Ketua Bidang III, Hamdaniah Irawan Bintang, menyampaikan, salah satu misi gerakan PKK adalah meningkatkan ketahanan keluarga melalui pemenuhan pangan, sandang dan perumahan tinggal layak huni.

Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan berusaha mencapai misi tersebut dengan mengembangkan dan memanfaatkan potensi dan sumberdaya keluarga dalam rangka pemenuhan kebutuhan pangan keluarga dan diversifikasi pangan lokal dengan memanfaatkan lahan pekarangan.

"Upaya diversifikasi pangan dilakukan agar masyarakat tidak terpaku pada satu jenis makanan pokok saja dan terdorong untuk juga mengonsumsi bahan pangan lainnya sebagai pengganti makanan pokok yang selama ini dikonsumsi," jelasnya.

Konsumsi pangan yang berkualitas, lanjutnya, yang ditunjukkan dengan keragaman jenis pangan dan keseimbangan gizi dalam pola konsumsi pangan sehari-hari dibutuhkan tubuh agar dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan. Oleh karena itu, secara gencar pemerintah melakukan upaya diversifikasi konsumsi pangan.

"Upaya tersebut dilakukan tidak untuk mengganti beras secara total, tetapi mengubah pola konsumsi pangan masyarakat sehingga masyarakat mengonsumsi lebih banyak jenis atau ragam pangannya baik untuk jenis pangan sumber karbohidrat, sumber protein, maupun sumber vitamin dan mineral yang menjadikan kualitas gizi lebih baik," paparnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.