Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cuma 3 Negara Ini yang Berhasil Selesaikan Perjanjian Tarif dengan AS

📅 Rabu, 09 Jul 2025, 19:50 WIB | Oleh:
Cuma 3 Negara Ini yang Berhasil Selesaikan Perjanjian Tarif dengan AS Doc: ANTARA/Xinhua/Hu Yousong
Ket. Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunjukkan perintah eksekutif tentang "tarif timbal balik" di Rose Garden, Gedung Putih, Washington, DC, Amerika Serikat (2/4).

NEW YORK - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah berulang kali mengklaim bahwa setiap negara ingin merundingkan kesepakatan dagang dengan pemerintahannya.

Namun, selama jeda 90 hari atas tarif yang luas, AS hanya berhasil menyelesaikan perjanjian dengan tiga negara.

Pada 2 April, Trump mengumumkan serangkaian tarif timbal balik yang luas, menargetkan negara-negara yang memiliki surplus perdagangan signifikan dengan AS.

Tarif tersebut berkisar dari 10 persen hingga setinggi 50 persen, memicu kekhawatiran akan perang dagang global dan menyebabkan gejolak di pasar keuangan.

Untuk meredakan ketegangan, Gedung Putih mengumumkan jeda 90 hari terhadap implementasi tarif bagi negara-negara yang tidak melakukan pembalasan.

Namun, kebuntuan dengan China meningkat, dengan AS memberlakukan tarif tambahan sehingga total tarif atas barang-barang China mencapai 145 persen.

Beijing membalas dengan tindakan serupa. Trump menyatakan bahwa ia bisa mencapai “90 kesepakatan dalam 90 hari,” namun hasilnya jauh dari ambisi tersebut.

Pada 7 Mei, Trump mengumumkan kesepakatan dengan apa yang ia sebut sebagai “negara yang dihormati,” yang kemudian mengungkap bahwa Inggris menjadi negara pertama yang menandatangani kesepakatan dagang besar dengan AS."

Dalam kesepakatan tersebut, AS menurunkan tarif mobil Inggris menjadi 10 persen untuk maksimal 100.000 unit kendaraan. Kuota baja dan aluminium juga dimasukkan, tergantung pada persyaratan tertentu. Namun tarif dasar sebesar 10 persen tetap diberlakukan.

Sebagai imbalannya, Inggris setuju untuk membeli lebih banyak daging sapi dan etanol dari Amerika.

Perang dagang antara AS dan China mereda setelah negosiasi di Jenewa pada Mei, seiring kedua negara sepakat sementara untuk menurunkan tarif timbal balik.

AS menurunkan tarif atas barang-barang China dari 145 persen menjadi 30 persen selama 90 hari, sementara China memangkas tarif dari 125 persen menjadi 10 persen.

Perundingan lanjutan di London pada Juni menetapkan kerangka kerja untuk implementasi kesepakatan Jenewa tersebut.

Trump memberi sinyal bahwa kesepakatan signifikan juga dapat tercapai dengan India pada akhir bulan lalu, dan pada saat yang sama, kesepakatan AS-China meredakan kekhawatiran resesi, memberi peningkatan minat investor untuk mengambil risiko di pasar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

32 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

40 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

40 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.