Tingkatkan Kualitas SDM, UI Bersama 10 PTN Kolaborasi Pendidikan dengan 20 Universitas Jerman
📅 Rabu, 06 Mar 2024, 07:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Humas UI
Depok - Universitas Indonesia (UI) bersama 10 Perguruan Tinggi Negeri lain berkolaborasi menyelenggarakan pertemuan pendidikan dengan 20 Perguruan Tinggi dari Jerman.
UI menjadi tuan rumahacara "Information Visit for Head of German Universities of Applied Sciences (UAS) to Indonesia" yang diadakan oleh Deutscher Akademischer Austauschdienst (DAAD), German Academic Exchange Service.
Pertemuan antara 20 universitas yang tergabung dalam Universities of Applied Sciences (UAS) in Germany dan 11 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terkemuka di Indonesia ditindaklanjuti dengan kerja sama.
Rektor UI Prof Ari Kuncorodi Kampus UI Depok, Selasa, mengatakan bahwa kegiatan matchmaking lebih dari sekadar perkenalan. Kegiatan ini membuka peluang kerja sama akademik di bidang pengajaran dan penelitian Indonesia-Jerman, serta mewujudkan intensionalitas yang menghubungkan berbagai institusi.
"Mengapa matchmaking,Karena mahasiswa, pengajar, dan komunitas di dunia saling terhubung. Mereka mendapatkan manfaat dari sinergi saat ini," ujar ProfAri.
Kegiatan matchmaking dibagi dalam dua sesi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sesi pertama diikuti oleh perwakilan (presidenti/vice president) dari 20 universitas Jerman dengan dekan/direktur fakultas, sekolah, dan vokasi UI. Sementara, sesi kedua diikuti oleh 11 PTN Indonesia dan 20 universitas Jerman.
Menurut Deputy Secretary General DAAD-Bonn dan Berlin, Dr. Michael Harms, DAAD adalah organisasi pendanaan untuk kerja sama akademik yang berfungsi mendanai beasiswa individu bagi mahasiswa, peneliti, dan staf, serta menyediakan dana untuk kerja sama antar universitas.
Selama hampir 35 tahun, Indonesia dan DAAD telah berkolaborasi dalam mendukung pelaksanaan pembelajaran di Indonesia dan Jerman.
Sebaiknya Anda baca juga:
Indonesia begitu penting bagi kami, Jerman dan DAAD.Dalam matchmaking ini, ada empat hal yang perlu untuk didiskusikan, yakni keunggulan dalam pengajaran; keunggulan dalam penelitian terapan; kekuatan antara industri, bisnis, dan perusahaan dengan universitas; serta fokus pada kemampuan kerja.
"Saya rasa ini adalah hal yang dapat kita kerjakan bersama. Melalui matchmaking ini semoga kita dapat menemukan pola kerja sama yang tepat antara Jerman dan Indonesia, terutama di bidang akademik," ujar Dr. Michael.
Director of the DAAD Regional Office Jakarta, Dr. Guido Schnieders, pada acara networking dinner yang diadakan sore harinya lebih jauh menyampaikan bahwa DAAD memandang program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang saat ini berlangsung di Indonesia sangat berpotensi untuk dikembangkan sebagai salah satu program kemitraan yang nyata antar perguruan tinggi dari kedua negara.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!