Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tinggalkan Konservatif, BI Beri Sinyal Beralih ke Kebijakan Moneter Agresif

📅 Kamis, 29 Jan 2026, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Tinggalkan Konservatif, BI Beri Sinyal Beralih ke Kebijakan Moneter Agresif Doc: istimewa
Ket. Gubernur BI, Perry Warjiyo meminta seluruh pelaku ekonomi untuk berhenti menunda keputusan ekonomi tahun ini atau wait and see.

JAKARTA - Setelah sekian lama bersikukuh mempertahankan kebijakan moneter konservatif, Bank Indonesia (BI) akhirnya mulai meninggalkan sikap tersebut dan cenderung lebih agresif. Keputusan untuk beralih menjadi lebih agresif ditandai dengan pernyataan Gubernur BI, Perry Warjiyo di Jakarta, Rabu (28/1) yang meminta seluruh pelaku ekonomi untuk berhenti menunda keputusan ekonomi tahun ini atau wait and see.

Pemerintah dan BI sebagai otoritas moneter kata Perry sudah berkomitmen untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 katanya akan bergerak di kisaran 4,7-5,5 persen. Kemudian, pada 2026 pergerakannya makin cepat dengan pertumbuhan di kisaran 4,9-5,7 persen dan terus tumbuh hingga mencapai kisaran level 5,1-5,9 persen.

“Mari kita optimistis, yakin bahwa 2026-2027 akan lebih baik. Jadi berhentilah wait and see,” tegas Perry saat meluncurkan Laporan Perekonomian Indonesia 2025, Jakarta, Rabu (28/1/).

Peringatan untuk berhenti dengan sikap wait and see (tunggu dan lihat-red) itu penting karena bila terus dipertahankan maka dunia usaha akan tertinggal dan tidak mampu menikmati kue pertumbuhan ekonomi.

“Kalau wait and see akan ketinggalan kereta. Jadi optimislah bahwa ekonomi lebih baik. Mari kita bangun optimis, optimis, optimis,” paparnya.

Perry pun memastikan, dengan laju pertumbuhan ekonomi yang cepat, BI akan terus menjaga stabilitas harga dengan mengelola tekanan inflasi tetap di kisaran 2,5 persen plus minus 1.

“Jadi mari kita bangun optimisme. Ini keyakinan bahwa ekonomi kita lebih tinggi,” kata Perry.

Variabel Kebijakan

Menanggapi perubahan sikap bank sentral itu, pengamat Kebijakan Publik Fitra, Badiul Hadi mengatakan, ajakan Perry sebagai sinyal psikologis kebijakan, bukan sekadar proyeksi kebijakan. Otoritas moneter berupaya menggeser ekspektasi pelaku ekonomi dari sikap defensif ke sikap ekspansif.

Dalam ekonomi modern terang Badiul, ekspektasi adalah variabel kebijakan. Ketika konsumsi, investasi, dan belanja dunia usaha tertahan oleh ketidakpastian, maka narasi optimisme menjadi instrumen penting. Namun begitu, optimisme tidak boleh berada di ruang hampa, ajakan berhenti wait and see akan efektif hanya jika ditopang oleh bukti nyata di lapangan, misalnya stabilitas harga, kepastian regulasi, penyerapan anggaran yang cepat, dan sinyal fiskal yang konsisten.

“Saya melihat, rentang proyeksi pertumbuhan ekonomi 2025-2027 yang disampaikan BI masih tergolong moderat dan realistis, tetapi belum cukup agresif untuk mendorong lompatan investasi, terutama di sektor riil dan industri padat karya. Angka 5 persen itu aman secara makro, tetapi belum tentu dirasakan merata secara mikro,”ungkap Badiul.

Pada dasarnya sikap wait and see pelaku ekonomi bukan semata soal pesimisme, melainkan respons rasional atas beberapa faktor struktural. Pelaku usaha menunggu kepastian transisi pemerintahan, arah kebijakan fiskal pasca-APBN awal, serta konsistensi implementasi kebijakan industri dan energi.

Hal lain yang perlu diingat papa Badiul ucap dia bahwa tekanan global belum sepenuhnya mereda. Suku bunga global yang masih ketat, konflik geopolitik, dan perlambatan ekonomi mitra dagang membuat kehati-hatianan pelaku usaha tetap beralasan.

Sedangkan narasi optimisme harus diikuti kebijakan yang bersifat menarik risiko, bukan hanya mengurangi risiko. “Tanpa itu, seruan berhenti wait and see berpotensi terdengar normatif,”tegas Badiul.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.