Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tim U-17 Masih Perlu Banyak Berbenah Jelang Piala Dunia

📅 Rabu, 20 Agu 2025, 07:20 WIB | Oleh:
Tim U-17 Masih Perlu Banyak Berbenah Jelang Piala Dunia Doc: ANTARA/Yudi Manar
Ket. Pemain Timnas Indonesia U-17 Fabio Azkairawan (kanan) dan Muhamad Zahaby Gholy (kiri) berusaha mengadang pemain Mali Mohamed Dhiarra.

JAKARTA - TimIndonesia U-17 menutup penampilan di Piala Kemerdekaan dengan sejumlah catatan penting. Tim berjuluk Garuda Asia asuhan Nova Arianto harus puas finis di posisi kedua usai kalah 1-2 dari Mali U-17 dalamlaga terakhir yang digelar di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, Senin (18/8) malam WIB.

Dengan hanya meraih empat poin dari tiga laga, Nazriel Alvaro dan kawan-kawan gagal menahan laju sempurna Mali yang menyapu bersih tiga kemenangan sekaligus meraih gelar juara. Kendatigagal menjadi juara, turnamen ini menjadi ajang evaluasi berharga jelang Piala Dunia U-17 yang berlangsung 3-27 November mendatang.

Nova Arianto mengaku sudah mulai menemukan kerangka tim inti. Beberapa nama kembali menjadi tulang punggung seperti Mathew Baker, I Putu Panji, dan Algazani Dwi di sektor belakang. Lini tengah dipercayakan pada Nazriel Alvaro bersama Evandra Florasta. Di lini depan, duet Mierza Firjatullah serta Fadly Alberto masih menjadi tumpuan.

Sorotan menarik datang dari munculnya sosok diaspora baru, Eizar Yakob Tanjung. Pemain muda tersebut langsung mengambil alih posisi bek kanan utama dan menjadi salah satu temuan positif sepanjang turnamen. Meski komposisi mulai terbentuk, kelemahan mencolok ada di sektor pertahanan.

Dari tiga pertandingan, Indonesia U-17 telah kebobolan empat gol. Mayoritas datang dari kegagalan mengantisipasi umpan silang, baik lambung maupun datar. Satu gol lainnya lahir dari tembakan jarak jauh pemain Mali yang lolos tanpa blok.

Permasalahan ini sejatinya sudah tampak sejak laga perdana kontra Tajikistan, ketika Indonesia dua kali unggul namun dua kali pula disamakan. Padahal, kualitas Tajikistan tak jauh lebih baik, namun kelengahan di momen krusial membuat kemenangan yang seharusnya bisa diraih, menguap.

Hal lain yang perlu dibenahi adalah menjaga fokus hingga menit akhir. Saat menghadapi Uzbekistan U-17, yang menurunkan skuad lebih muda, Indonesia sebenarnya mampu mendominasi tapi kerap kehilangan ketenangan dalam menyelesaikan peluang. Pertandingan melawan Mali menjadi ujian sesungguhnya sejauh ini.

Intensitas tinggi, kecepatan, serta duel fisik yang diperagakan wakil Afrika itu menjadi gambaran nyata standar level Piala Dunia U-17. Pengalaman ini penting sebagai cermin, terlebih Indonesia akan bersua tim kuat lainnya seperti Zambia di fase grup Piala Dunia nanti.

Nova Arianto menyebut tim asuhannya belum berada di level ideal. Turnamen ini memberikan data konkret untuk melakukan evaluasi teknis maupun mental. Dia juga menilai para pemain kini lebih memahami tuntutan bermain di level internasional. Garuda Asia memiliki waktu beberapa bulan untuk memperbaiki sektor pertahanan, meningkatkan disiplin taktik, dan mempertajam penyelesaian akhir. ben/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

50 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

50 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

50 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.