Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

“The Great Exhibition', Pameran Dunia Terbesar pada Era Revolusi Industri

📅 Rabu, 08 Feb 2023, 06:40 WIB | Oleh:
“The Great Exhibition', Pameran Dunia Terbesar pada Era Revolusi Industri Doc: Istimewa

Produk hasil revolusi industri di Inggris, Amerika dan negara-negara Eropa dipamerkan pada "The Great Exhibition" yang diadakan pada 1851. Pameran ambisius yang diikuti oleh 14.000 peserta dan dihadiri hingga 6 juta pengunjung

The Great Exhibition atau Pameran Akbar 1851 diadakan di Crystal Palace yang dibangun khusus di Hyde Park, London, untuk memamerkan perkembangan terbaru dalam bidang teknik, sains, dan seni, serta objek budaya penting dari Inggris dan luar negeri. Berlangsung dari Mei hingga Oktober, pameran ini sukses besar dihadiri oleh dari 6 juta orang.

The Great Exhibition sebutan pendeknya. Nama panjangnya adalah The 1851 Great Exhibition of the Works of Industry of all Nations. Pameran ini dikenal juga dengan Crystal Palace Exhibition mengacu pada bangunan yang digunakan.

Proyek tersebut merupakan gagasan Pangeran Albert (1819-1861), suami Ratu Victoria (1837-1901). Pameran ini direncanakan dan diorganisir oleh Royal Society of Arts dan melibatkan banyak tokoh penting pada masa itu, namun demikian Pangeran Albert yang menjadi penggeraknya.

Idenya adalah untuk memamerkan kemajuan industri yang ada di Inggris dan negara-negara lain, yang merupakan hasil dari revolusi industri, serta barang-barang budaya lainnya. Pameran itu menjadi yang terbesar karena dan belum pernah diselenggarakan sebelumnya. Pameran ini sukses besar karena berhasil mengumpulkan dana yang digunakan untuk mendirikan berbagai museum dan institusi, yang banyak di antaranya masih berkembang hingga saat ini.

Pangeran Albert sangat percaya pada gagasan bahwa teknologi mampu membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik. Khusus The Great Exhibition terbatas pada perkembangan teknik dan budaya Inggris, namun Pangeran Albert menginginkan sesuatu yang lebih internasional untuk mencerminkan peningkatan jangkauan Kerajaan Inggris.

Ada orang yang meragukan kemungkinan pameran seperti itu secara logistik, tetapi Pangeran Albert bertekad ia ingin, di atas segalanya, menunjukkan bahwa inovasi manusia, komunikasi, dan pemahaman antarbangsa dapat mencapai dunia yang lebih baik.

"Pameran tahun 1851 adalah untuk memberi kita ujian sejati dan gambaran hidup tentang titik perkembangan di mana seluruh umat manusia telah tiba dalam tugas besar ini, dan titik awal baru dari mana semua bangsa akan dapat mengarahkan upaya mereka lebih lanjut," kata dia dalam buku Crown and Country karangan David Starkey (2010).

Cita-cita itu memang sangat tinggi. Untuk itu ia mengumpulkan dana yang tidak sedikit agar proyek ambisius semacam itu terlaksana. Uang itu akhirnya didapatkan melalui langganan, dan bahkan ada dana cadangan jika pameran tersebut mengalami bencana keuangan. Masalah selanjutnya yang harus dipecahkan adalah di mana tepatnya pameran sebesar itu bisa diselenggarakan.

Beberapa tempat yang ada untuk pameran yang diusulkan diajukan. Pada akhirnya, diputuskan bahwa diperlukan struktur yang dibangun khusus.

Tantangan Keterbatasan

Tantangan yang benar-benar baru untuk mencocokkan desain dengan fungsi, keterbatasan waktu dan biaya adalah masalah nyata yang harus diatasi. Ketiga faktor ini menentukan pilihan akhir desain yang merupakan struktur yang terbuat dari kaca lembaran dengan kerangka besi tuang, seperti rumah kaca raksasa atau konservatori.

Maka lahirlah Crystal Palace atau Istana Kristal, namanya pertama kali diciptakan oleh majalah Punch. Bangunan ini dirancang oleh Sir Joseph Paxton (1801-1865), seorang arsitek dan ahli hortikultura, yang telah membangun struktur serupa dalam skala yang jauh lebih kecil di rumah Duke of Devonshire, Chatsworth House.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pelaksanaan program penghapusan bentor

9 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.