Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

The Fed Rem Agresivitas tetapi Tetap Fokuskan Inflasi

📅 Jumat, 06 Jan 2023, 11:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
The Fed Rem Agresivitas tetapi Tetap Fokuskan Inflasi Doc: ISTIMEWA

WASHINGTON - Bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Fed mengubah arah kebijakan moneter dari semula agresif atau hawkish menjadi lebih moderat alias dovish. Indikasi tersebut terlihat dari hasil risalah rapat dewan kebijakan the Fed pada pertengahan Desember lalu.

Semua pejabat di pertemuan kebijakan the Fed pada 13-14 Desember lalu sepakat bank sentral AS harus memperlambat laju kenaikan suku bunga yang agresif. Hal itu memungkinkan mereka untuk terus meningkatkan biaya kredit untuk mengendalikan inflasi, tetapi secara bertahap guna membatasi risiko terhadap pertumbuhan ekonomi.

Risalah pertemuan, yang dirilis Rabu (4/1) waktu Wasshington DC. AS atau Kamis (5/1) WIB, menunjukkan pembuat kebijakan masih fokus pada pengendalian laju inflasi yang mengancam. Sebab, laju inflasi diperkirakan lebih panas dari yang diantisipasi.

The Fed khawatir pasar salah persepsi mengenai komitmen bank sentral dalam memerangi inflasi melemah. Meski demikian, para pejabat mengakui telah membuat kemajuan signifikan selama setahun terakhir dalam menaikkan suku bunga yang cukup efektif menurunkan inflasi.

Alhasil, bank sentral kini perlu menyeimbangkan kebijakannya melawan kenaikan harga dengan risiko memperlambat ekonomi. "Sebagian besar peserta menekankan perlunya mempertahankan fleksibilitas dan opsionalitas ketika memindahkan kebijakan ke sikap yang lebih ketat," kata risalah the Fed.

Kenaikan Berlanjut

Dalam risalah tersebut, para pejabat menginginkan kenaikan kembali suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) dalam pertemuan 31 Januari-1 Februari mendatang. Namun, mereka tak menutup kemungkinan untuk mendorong kenaikan Fed Fund Rate (FFR) kembali agresif lagi jika inflasi tinggi terus berlanjut.

Risalah sebetulnya memberikan penjelasan bahwa keputusan untuk menaikkan suku bunga yang lebih kecil tidak boleh ditafsirkan oleh investor atau publik pada umumnya sebagai pelemahan komitmen the Fed untuk membawa inflasi kembali ke target 2,0 persen.

"Peserta menegaskan kembali komitmen kuat mereka untuk mengembalikan inflasi ke target 2,0 persen (Komite Pasar Terbuka Federal)," kata risalah tersebut.

Pejabat Fed pada Desember 2022 memproyeksikan suku bunga itu, saat ini dalam kisaran 4,25-4,50 persen, akan naik menjadi lebih dari 5,0 persen pada akhir 2023 dan kemungkinan akan tetap di sana untuk beberapa waktu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.