Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Teten Masduki Menangkap Peluang Hilirisasi dari Alat Pengolah Limbah Sawit

📅 Jumat, 15 Sep 2023, 09:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
Teten Masduki Menangkap Peluang Hilirisasi dari Alat Pengolah Limbah Sawit Doc: ANTARA/Andi Firdaus
Ket. Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Menkop UKM Teten Masduki memperlihatkan produk helm sepeda ber-SNI yang dikembangkan melalui inovasi pengolah limbah kelapa sawit di Gedung Graha Widya Wisuda, Kampus IPB Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (15/9/2023).

BOGOR - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) menangkap peluang hilirisasi produk UKM melalui inovasi alat pengolah limbah serat tandan kosong kelapa sawit menjadi serat kain.

"Kalau ini kita hilirisasi, limbah ini bisa untuk mensubstitusi bahan serat kain, garmen tekstil, dan plastik yang selama ini kita tidak punya sumber serat, karena tidak punya katun," kata Menkop UKM Teten Masduki di sela kunjungannya menghadiri Dies Natalis Ke-60 IPB di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (15/9).

Teten yang hadir di IPB Dramaga menyambangi sejumlah tenda pameran inovasi dan teknologi yang berada di pelataran Gedung Graha Widya Wisuda, Kampus IPB Dramaga, salah satunya mengamati teknologi pengolah limbah kelapa sawit.

Ia mengatakan teknologi yang dikembangkan oleh Dr Siti Nikmatin dan Tim Lembaga Kawasan Sains dan Teknologi IPB itu sekaligus menjadi solusi atas keberadaan limbah kelapa sawit di Indonesia yang kini belum terkelola optimal.

Indonesia menempati posisi pertama, sebagai negara penghasil Crude Palm Oil (CPO) atau minyak kelapa sawit terbesar di dunia.

"Indonesia punya limbah sawit yang besar, karena kita penghasil CPO terbesar di dunia mencapai 50 juta ton setahun. Selama ini limbahnya hanya untuk makanan ternak atau pupuk organik," katanya.

Teten menyampaikan ketertarikannya untuk mengembangkan pengolahan limbah sawit sebagai teknologi untuk hilirasi produk UKM.

"Saya tertarik, tim saya akan ketemu sama penemu teknologinya karena saya dapat tugas dari Presiden untuk hilirisasi, mengolah produk perkebunan jadi produk hilir," katanya.

Perwakilan Direktorat Riset dan Inovasi IPB, Lia Maulianawati mengatakan alat pengolah limbah kelapa sawit tersebut dikembangkan sejak 2018.

"Alat pengolah limbah ini bisa menghasilkan barang jadi seperti serat kain tekstil, helm sepeda, hingga rompi anti-peluru," katanya.

Khusus untuk produk serat kain, kata Lia, telah berhasil menyerap ratusan tenaga kerja untuk memproduksi pakaian batik dari limbah sawit yang didatangkan dari sekitar pabrik di Bogor.

Sementara produk helm sepeda telah memperoleh pengakuan Sertifikat Nasional Indonesia (SNI) karena dapat menyerap tumbukan, dan memiliki sifat mekanik serta termal yang unggul.

"Baju antipeluru dari serat tandan kosong kelapa sawit ini mampu menyerap energi pada laju yang sangat tinggi saat tumbukan. Rompi ini mampu menahan pistol Glock dengan peluru MU1-TJ pada jarak efektif 25-50 meter," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

47 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.