Target Ambisius: Kemenkop Ngebut Bangun 20.000 Gerai Kopdes dalam Hitungan Minggu!
📅 Senin, 01 Des 2025, 21:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara.
JAKARTA – Percepatan pengadaan gerai Kopdes Merah Putih menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pasar bagi produk desa dan memperkuat rantai pasok ekonomi lokal.
Keberadaan gerai yang tersebar di berbagai wilayah akan mempermudah distribusi, meningkatkan visibilitas produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) desa, serta membuka peluang kemitraan komersial yang lebih besar.
Selain itu, ekspansi gerai akan menciptakan standar kualitas dan pemasaran yang lebih terintegrasi, sehingga produk desa mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Dengan dukungan infrastruktur dan manajemen yang solid, Kopdes Merah Putih berpotensi menjadi katalis penguatan ekonomi berbasis komunitas secara berkelanjutan.
Kementerian Koperasi (Kemenkop) mengejar 20 ribu gerai Koperasi Desa/ Kelurahan (Kopdes/kel) Merah Putih dapat selesai dan beroperasi pada Januari 2026 sebagai tahap awal memperkuat pusat ekonomi di desa dan kelurahan seluruh Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kami sedang bekerja mengejar target 20.000 gerai berdiri lengkap dengan isi dan kelengkapannya pada Januari,” kata Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapminas) Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) di Jakarta, Senin (1/12).
Ia menjelaskan pembangunan fisik terus dipercepat sejak Oktober 2025 dengan dukungan PT Agrinas Pangan Nusantara, Kementerian Pekerjaan Umum, serta TNI untuk menjamin standar bangunan dan percepatan distribusi material di daerah.
“Ini adalah bentuk kehadiran negara agar koperasi benar-benar hidup dan langsung memiliki ruang usaha yang layak,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berdasarkan data paparan Kemenkop, pembangunan telah dimulai pada 15.000 titik gerai dan gudang, dari total 82.891 Kopdes Merah Putih yang telah memiliki badan hukum hingga akhir November 2025.
Farida menyebut gerai yang dibangun terdiri atas enam jenis usaha, yaitu gerai sembako, apotek desa, klinik desa, kantor koperasi, unit simpan pinjam, pergudangan, serta satu gerai usaha sesuai potensi lokal.
“Koperasi Desa Merah Putih bukan hanya tempat transaksi, tetapi pusat layanan ekonomi yang dibutuhkan warga,” ucapnya.
Setiap gerai akan diperkuat dukungan peralatan operasional, pelatihan bisnis, serta pendampingan dari 8.000 pendamping Business Assistant dan 1.104 Project Management Officer yang ditempatkan bertahap di lapangan.
Pemerintah menargetkan seluruh 82 ribu bangunan koperasi dapat tuntas pada April-Mei 2026, sehingga operasionalisasi ekonomi desa dapat berjalan secara keseluruhan dan berkelanjutan.
“Kami ingin pertumbuhan ekonomi tidak lagi bertumpu di kota, tetapi bergerak dari desa ke seluruh wilayah Indonesia,” ujar Farida.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!