Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tantangan Perbankan Syariah, OJK Dorong Inovasi dan Penurunan Biaya Layanan

📅 Minggu, 12 Apr 2026, 06:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tantangan Perbankan Syariah, OJK Dorong Inovasi dan Penurunan Biaya Layanan Doc: Antara
Ket. Kepala Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan OJK Jabar Muhammad Ikhsan (kedua kiri), Bendahara Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jawa Barat Dewi Mayangsari (kiri), Asisten Direktur Kantor Perwakilan BI Jabar Alnopri Hadi (kanan), Head of Regional I Zurich Syariah Heryanto Rahid (kedua kanan) dalam diskusi JIEF) ke-10 di Bandung.

Bandung - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat mendorong sektor perbankan untuk berinovasi memenuhi kebutuhan masyarakat, agar inklusi keuangan syariah meningkat khususnya di wilayah itu.

"Melalui inovasi terhadap produk-produk yang mereka tawarkan, sehingga kebutuhan warga itu dapat mendorong inklusi itu," kata Kepala Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan OJK Jawa Barat Muhammad Ikhsan dalam Jabar Islamic Economic Forum (JIEF) ke-10 di Bandung, Sabtu (11/4).

Inovasi yang bisa dilakukan, jelas Ikhsan, seperti memperluas jaringan kantor yang bisa menjangkau masyarakat secara luas dan dalam di Jawa Barat.

"Yang utama jaringan kantor. Jaringan kantor yang bisa sampai ke pelosok-pelosok yang ke depannya yang perlu ditingkatkan untuk meningkatkan inklusi," ujarnya.

Jaringan kantor juga, lanjut dia, perlu diperkuat dengan kolaborasi bersama pengembangan jaringan teknologi informasi (IT) untuk dapat menjawab keinginan dari masyarakat.

"Jaringan kantor. Kemudian jaringan kantor itu perlu kolaborasi dengan IT sehingga bisa menjawab kebutuhan, kalau kita lihat masyarakat sekarang, ingin lebih simpel," ucap dia.

Inovasi lain yang tak kalah penting yang dapat dikerjakan oleh entitas keuangan, adalah penekanan biaya yang harus dikeluarkan masyarakat untuk menikmati produk syariah sehingga lebih kompetitif dan menarik.

"Kemudian dari sisi biaya, kalau di perbankan syariah memang biayanya memang masih lumayan dibandingkan dengan konvensional. Ini juga jadi tantangan, untuk menurunkan biaya terhadap layanan agar lebih luas lagi jangkauannya," kata Ikhsan.

Inklusi keuangan syariah, kata Ikhsan, juga bisa didorong lewat diskusi dan sarasehan seperti ajang JIEF ke-10 oleh Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jawa Barat kali ini. 

"Jadi, dengan memperkenalkan keuangan syariah kepada masyarakat itu juga dapat meningkatkan literasi maupun inklusi," tuturnya.

Sebelumnya, OJK Jawa Barat menyampaikan kinerja sektor jasa keuangan (SJK) hingga Triwulan I 2026 tetap menunjukkan ketahanan yang baik di tengah dinamika ekonomi global dan nasional.

Berdasarkan kegiatan usaha, perbankan masih didominasi oleh jenis konvensional dengan "market share" aset, DPK dan kredit masing-masing sebesar 90,30 persen (Rp953 triliun), 89,40 persen (Rp671 triliun) dan 88,58 persen (Rp922 triliun), sedangkan sisanya merupakan jenis usaha Syariah.

Sedangkan, berdasarkan fungsi, perbankan per Januari 2026 didominasi Bank Umum dengan "market share" aset, DPK, dan kredit masing masing sebesar 96,76 persen (Rp1.021 triliun), 96,94 persen (Rp728 triliun), dan 97,63 persen (Rp1.016 triliun), sisanya Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS).

Per Januari 2026, total aset BPR & BPRS di Jawa Barat mencapai Rp34,24 triliun, tumbuh 4,92 persen secara tahunan (YoY) sebesar Rp1,60 triliun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.