Tambat Labuh untuk Menjaga Kelestarian Terumbu Karang Raja Ampat
📅 Rabu, 21 Jan 2026, 22:34 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Jakarta - Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu meminta masyarakat menjaga kelestarian alam Raja Ampat, termasuk dengan pemanfaatan tambat labuh atau mooring yang dipasang untuk menekan kerusakan terumbu karang akibat penggunaan jangkar.
Ditemui setelah peresmian pemasangan mooring tahap dua dan pelepasan hiu zebra (Stegostoma fasciatum) di Kabupaten Raja Ampat, Rabu, ia menyoroti wilayah itu sedang menjadi favorit wisatawan karena keindahan terumbu karang.
"Dengan pemasangan mooring system ini. RAMS (Raja Ampat Mooring System) ini adalah bukti, komitmen dari pemerintah, tapi juga para pemerhati lingkungan, melalui mitranya. Sekarang aset ini kita akan serahkan kepada masyarakat, di wilayah ini untuk menjaga, untuk keberlanjutannya," katanya.
Untuk menjaga kelestarian tersebut, dia menyoroti peran penting masyarakat.
Ia mengemukakan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia, baik dari segi konservasi maupun perekonomian, mengingat potensi besar wilayah tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Oleh karena itu, katanya, kolaborasi antara pemerintah provinsi, daerah, dan mitra sebagai penting untuk memastikan kelestarian Raja Ampat dapat dinikmati generasi mendatang.
"Pemerintah, teman-teman, pemerhati ini hanya datang sebentar, pergi. Tapi yang punya warisan dari nenek moyang sampai hari ini adalah warga setempat. Kita minta perhatian yang sungguh-sungguh. Mari kita sama-sama bergandengan tangan, kita pastikan dan kita jaga negeri kita, wilayah kita dari ancaman," katanya.
Ia mengatakan ancaman itu, termasuk penggunaan bom untuk menangkap ikan, mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan jalan pintas yang dapat merusak kelestarian sekitar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemasangan enam unit mooring itu merupakan tahap kedua setelah sebelumnya dipasang dua unit pada 2024 di wilayah Raja Ampat.
Pemasangan dilakukan atas dukungan Konservasi Indonesia dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) UPT Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan Raja Ampat.
Pemasangan tersebut untuk dimanfaatkan kapal wisata demi menekan penggunaan jangkar yang dapat merusak terumbu karang sekitar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!