Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tambang Longsor di Cirebon: 17 Tewas, 8 Masih Terjebak, Pencarian Dilanjutkan

📅 Minggu, 01 Jun 2025, 15:20 WIB | Oleh:
Tambang Longsor di Cirebon: 17 Tewas, 8 Masih Terjebak, Pencarian Dilanjutkan Doc: Reuters
Ket. Pemandangan drone operasi pencarian dan penyelamatan setelah runtuhnya batu di sebuah tambang di Cirebon, Provinsi Jawa Barat, Indonesia pada 30 Mei 2025

JAKARTA - Pihak berwenang Indonesia akan melanjutkan pencarian terhadap delapan orang yang masih terjebak dalam insiden longsor di sebuah tambang batu di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, setelah kejadian tragis pada Jumat (27/5) menewaskan sedikitnya 17 orang dan melukai enam lainnya. Demikian disampaikan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dalam pernyataan Sabtu malam.

Basarnas juga menyatakan bahwa jumlah korban tersebut masih bersifat sementara, karena terus diperbarui berdasarkan laporan dari pihak keluarga.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan keprihatinannya melalui unggahan di Instagram. Ia menyebut lokasi tambang yang mengalami keruntuhan berbahaya dan tidak memenuhi standar keselamatan bagi pekerja. Pernyataan tersebut menyoroti kondisi kerja yang mengkhawatirkan di lokasi tambang rakyat tersebut.

Sementara itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan akan melakukan investigasi menyeluruh guna mencari tahu penyebab utama keruntuhan serta melakukan penilaian lanjutan untuk mengidentifikasi potensi longsor susulan.

Kepala Badan Geologi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Muhammad Wafid, menegaskan bahwa Kabupaten Cirebon termasuk daerah rawan pergerakan tanah, terutama ketika terjadi curah hujan tinggi. Wafid juga mengindikasikan bahwa kemiringan lereng yang curam dan metode penggalian tambang terbuka berkontribusi terhadap bencana tersebut.

Ia mengingatkan bahwa proses evakuasi dan pencarian korban harus dilakukan dengan sangat hati-hati, terutama mengingat potensi longsor susulan masih tinggi. "Tim penyelamat harus memperhatikan cuaca dan tidak melakukan aktivitas saat atau setelah hujan deras," ujar Wafid.

Hingga kini, pencarian masih terus dilakukan oleh tim gabungan Basarnas, TNI, Polri, dan relawan setempat dengan fokus utama menyelamatkan korban yang masih tertimbun. Pemerintah daerah dan kementerian terkait juga tengah mempersiapkan langkah-langkah penanganan jangka panjang untuk mencegah bencana serupa terulang di masa mendatang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.