Tak Cuma Soal Rasa! Pemerintah Dorong Wisata Gastronomi UMKM Jadi Mesin Ekonomi Desa
📅 Jumat, 17 Okt 2025, 22:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/ Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
NUSA DUA – Pengembangan wisata gastronomi berbasis UMKM menjadi salah satu strategi menarik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.
Melalui pendekatan ini, kuliner tidak lagi sekadar pelengkap pariwisata, melainkan daya tarik utama yang mampu menghadirkan pengalaman autentik bagi wisatawan.
UMKM kuliner berperan besar sebagai ujung tombak. Mereka bukan hanya penyedia makanan khas, tapi juga penjaga tradisi dan inovasi rasa yang menjadi ciri khas daerah.
Ketika wisata gastronomi tumbuh, efek berantainya terasa luas — mulai dari meningkatnya permintaan bahan baku lokal, peluang kerja baru, hingga memperluas akses pasar bagi pelaku usaha kecil.
Namun, agar potensi ini benar-benar optimal, dibutuhkan sinergi lintas sektor: pemerintah sebagai fasilitator, UMKM sebagai pelaku utama, dan masyarakat sebagai pendukung ekosistem. Penguatan kapasitas, standardisasi kualitas, dan promosi yang kreatif menjadi kunci.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemerintah melalui Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mengembangkan wisata gastronomi berbasis UMKM hingga di level perdesaan untuk menggenjot potensi ekonomi dan memperluas pasar baik dalam dan luar negeri.
“Kami akan fokus untuk membangun dan membuat pertumbuhan desa wisata,” kata Menteri UMKM Maman Abdurrahman di sela membuka Konferensi Internasional terkait pariwisata, gastronomi, dan tujuan wisata (TGDIC) 2025 di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (17/10).
Saat ini, Indonesia memiliki sekitar 6.156 desa wisata yang berpotensi besar mengembangkan potensi wisata gastronomi, melalui desa percontohan atau skala prioritas.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, gastronomi yang berkaitan erat dengan kuliner itu menjadi salah satu pemantik utama sektor pariwisata, ketika wisatawan melakukan perjalanan.
Apalagi, lanjut dia, sektor kuliner berkontribusi sekitar 41 persen dari total produk domestik bruto (PDB) ekonomi kreatif nasional.
Sedangkan baik kuliner dan pariwisata digerakkan oleh pelaku usaha mikro kecil dan menengah yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional.
Agar wisata gastronomi mendongkrak ekonomi daerah dan menarik wisatawan, kata dia, maka bahan pangan yang digunakan harus berasal dari petani dan nelayan lokal, kuliner yang higienis dan kreatif, kuliner memiliki cerita dan nilai budaya, hingga pemasaran memanfaatkan kanal digital.
Untuk memperkuat pelaku UMKM, pihaknya memberikan pelatihan standar higienitas, kemasan, sertifikasi industri rumah tangga dan halal.
Kemudian, pendampingan manajemen usaha, pemasaran digital, hingga program inkubasi bisnis gastronomi di sentra kuliner unggulan daerah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!