Sulap Pabrik Jadi Destinasi Wisata, Kabupaten Bekasi Incar Takhta MICE Internasional
📅 Jumat, 27 Mar 2026, 01:20 WIB | Oleh: AlfredKABUPATEN BEKASI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi mulai menyusun langkah strategis untuk menciptakan identitas pariwisata baru melalui pengembangan sektor wisata industri berbasis MICE (Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions).
Kepala Bidang Sosial dan Pemerintahan pada Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Bekasi Wiwin Yuniarti menjelaskan pengembangan wisata industri dengan mengusung konsep MICE dilatarbelakangi setiap daerah dituntut memiliki identitas atau branding pariwisata yang khas.
"Jika daerah lain dikenal dengan wisata alam atau kuliner, Kabupaten Bekasi diarahkan untuk mengembangkan wisata industri sebagai keunggulan utama. Intinya, setiap daerah itu punya ciri khas. Mengapa wisata industri, karena potensi industrinya memang besar," kata Wiwin Yuniarti di Cikarang, Kamis.
Menurut dia, pengembangan wisata industri tidak hanya fokus pada kawasan pabrik tetapi juga harus terintegrasi dengan fasilitas pendukung seperti kuliner, perhotelan, ruang pertemuan maupun destinasi hiburan sehingga diharapkan mampu meningkatkan daya tarik sekaligus mendongkrak perekonomian daerah.
"Kalau industri digabung dengan kondisi wilayah sekitar seperti ada tempat kuliner, meeting dan wisata, itu akan jadi menarik dan berdampak pada peningkatan infrastruktur serta ekonomi," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia menyebut konsep ini juga diharapkan mampu mendorong promosi Kabupaten Bekasi hingga ke tingkat internasional, seiring dengan peningkatan aktivitas industri dan bisnis di wilayah tersebut.
Balitbangda Kabupaten Bekasi dalam hal ini berperan menyiapkan kajian strategis sebagai dasar kebijakan. Kajian dimaksud mencakup analisis potensi, peluang hingga kendala pengembangan wisata MICE di daerah tersebut.
"Kami mengkaji apa saja potensi yang dimiliki, peluangnya seperti apa, serta kendala apa saja yang dihadapi. Hasilnya nanti akan menjadi rekomendasi kebijakan," ucapnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Wiwin melanjutkan hasil kajian tersebut tidak hanya berupa rekomendasi, tetapi juga mencakup peta jalan atau roadmap maupun langkah-langkah strategis yang dapat diadopsi Dinas Pariwisata dalam implementasi program pengembangan wisata industri ke depan.
Proses kajian sendiri melibatkan berbagai perangkat daerah, seperti Dinas Pariwisata, Dinas Koperasi dan UMKM serta instansi terkait lain. Saat ini kajian tahap awal sudah berlangsung.
"Masih tahap awal, belum final. Tapi hasilnya akan menjadi acuan kebijakan Dinas Pariwisata," jelasnya.
Dirinya mencontohkan potensi kawasan seperti Grand Wisata yang berdekatan dengan kawasan industri MM2100 sebagai model pengembangan MICE terintegrasi karena dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi pusat kegiatan seperti pameran, rapat hingga akomodasi.
"Harapannya ada percontohan, misalnya di kawasan yang dekat industri, tersedia hotel, tempat meeting dan venue expo dalam satu area," katanya.
Dia pun menyoroti fenomena perusahaan di Kabupaten Bekasi yang justru menggelar kegiatan di luar daerah, seperti di Tangerang atau Kemayoran.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!