Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sudan Tekankan Pentingnya Akhiri Konflik Permanen demi Masa Depan Bangsa

📅 Senin, 09 Feb 2026, 15:53 WIB | Oleh:
Sudan Tekankan Pentingnya Akhiri Konflik Permanen demi Masa Depan Bangsa Doc: AFP

KHARTOUM - Pemerintah Sudan menegaskan kebutuhan mendesak untuk mengakhiri perang yang berkepanjangan, menghentikan kehancuran negara, serta mengakhiri kelaparan yang menimpa jutaan warga Sudan, namun menolak keterlibatan pihak-pihak yang bersekutu dengan pelaku kejahatan.

Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri pada Ahad, pemerintah menilai konflik bersenjata yang terus berlangsung telah merusak sendi-sendi kehidupan nasional dan memperburuk krisis kemanusiaan di berbagai wilayah, sekaligus mengancam masa depan persatuan dan kedaulatan negara Afrika tersebut.

Kementerian Luar Negeri menekankan pentingnya membongkar sumber, jaringan, dan mekanisme yang digunakan untuk melakukan kejahatan selama konflik berlangsung.

Pemerintah menegaskan bahwa para pelaku harus dimintai pertanggungjawaban atas tindakan mereka, termasuk pelanggaran terhadap resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa serta hukum humaniter internasional.

Menurut pernyataan itu, impunitas hanya akan memperpanjang penderitaan rakyat dan menghambat upaya nyata menuju perdamaian yang berkelanjutan.

Dalam pernyataannya, pemerintah Sudan juga menyampaikan apresiasi kepada negara-negara sahabat dan negara-negara kawasan yang mendukung keamanan, persatuan nasional, serta keselamatan rakyat Sudan.

Dukungan tersebut dinilai penting dalam menjaga keutuhan lembaga negara dan mencegah runtuhnya struktur pemerintahan di tengah konflik.

Pemerintah menyebut solidaritas internasional yang menghormati kedaulatan Sudan sebagai faktor krusial dalam menghadapi tantangan politik dan kemanusiaan saat ini.

Pemerintah selanjutnya menyerukan kepada komunitas internasional dan regional agar menjalankan tanggung jawab mereka dalam menghadapi para pelaku kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Seruan itu secara khusus ditujukan pada kasus-kasus kekerasan di Darfur, Kordofan, dan wilayah lain yang terdampak parah oleh konflik.

Sudan menegaskan bahwa keadilan bagi para korban harus menjadi bagian integral dari setiap proses penyelesaian konflik.

Pada saat yang sama, pemerintah Sudan menegaskan tidak akan menerima bentuk perwalian atau campur tangan apa pun terhadap urusan dalam negerinya.

Pemerintah juga menolak keterlibatan pihak-pihak yang bersekutu dengan pelaku kejahatan, atau mereka yang memilih diam atas pelanggaran tersebut, dalam inisiatif apa pun yang mengatasnamakan upaya mengakhiri perang.

Menurut pemerintah, perdamaian sejati hanya dapat dicapai melalui proses yang adil, inklusif, dan menghormati kedaulatan Sudan. Ant/Xinhua

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

31 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

55 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.