Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Spanyol Pelopori Transplantasi Paru-paru Tanpa Pemotongan Tulang

📅 Rabu, 19 Apr 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Spanyol Pelopori Transplantasi Paru-paru Tanpa Pemotongan Tulang Doc: OSEP LAGO / AFP
Ket. Xavier (tengah), yang berhasil menerima transplantasi paru-paru pertama di dunia yang sepenuhnya menggunakan robot, ikut serta dalam konferensi pers bersama konselor Kesehatan Catalonia, Manel Balcells (kiri) di rumah sakit Vall d’Hebron, Barcelona, Senin (17/4).

MADRID - Rumah Sakit Vall d'Hebron di Barcelona, Spanyol, baru-baru ini dilaporkan menggunakan teknik baru dalam transplantasi paru-paru dengan robot dan rute akses yang tidak lagi memerlukan pemotongan melalui tulang.

Dilansir oleh The Straits Times, ahli bedah di fasilitas tersebut menggunakan robot berlengan empat yang dijuluki "Da Vinci" untuk memotong sebagian kecil kulit, lemak, dan otot pasien, untuk mengangkat paru-paru yang rusak. Lalu, mereka memasukkan paru-paru yang baru melalui sayatan sepanjang 8 sentimeter di bawah tulang dada, tepat di atas diafragma.

Pendekatan yang lama membutuhkan sayatan sepanjang 30 sentimeter. Meskipun beberapa rumah sakit sudah menggunakan sayatan yang lebih kecil untuk transplantasi paru-paru, ini adalah pertama kalinya ahli bedah dapat membatasi sayatan pada jaringan lunak.

Prosedur baru ini tidak terlalu menyakitkan bagi pasien, kata mereka, karena lukanya dapat menutup dengan mudah.

"Kami percaya ini adalah teknik yang akan meningkatkan kualitas hidup pasien, periode pasca-operasi dan mengurangi rasa sakit. Kami berharap teknik ini pada akhirnya akan menyebar ke lebih banyak pusat kesehatan," kata Kepala Departemen Bedah Toraks dan Transplantasi Paru di Vall d'Hebron, Albert Jauregui, kepada wartawan, Senin (17/4).

Kulit Sangat Elastis

Dia menambahkan untuk memperkenalkan paru-paru baru, organ tersebut "dikempiskan" diruang operasi sehingga bisa masuk melalui sayatan yang ketat. "Itu adalah bagian tubuh yang memiliki keuntungan memiliki kulit yang sangat elastis, yang memberi ruang untuk melebarkan bukaan tanpa harus menyentuh satu tulang rusuk pun," kata Jauregui.

Namun, potongan yang lebih kecil juga dibuat di sisi tulang rusuk untuk mengakomodasi lengan robot dan kamera 3D.

Pada waktunya, kata Jauregui, teknik ini dapat diterapkan pada transplantasi yang melibatkan dua paru-paru, di mana sayatan kecil yang sama sudah cukup.

Prosedur perintis, yang hingga saat ini hanya digunakan untuk mengobati kanker paru-paru, dilakukan pada Xavier, seorang pria berusia 65 tahun yang membutuhkan transplantasi paru-paru karena fibrosis paru.

Xavier mengatakan dia mendapat manfaat dari teknik baru ini. "Sejak saya sadar kembali dan bangun dari anestesi, saya tidak merasakan sakit sama sekali," katanya.

Karena ukuran sayatan yang kecil, Xavier hanya meminum para_cetamol setelah operasi. Transplantasi paru konvensional umumnya membutuhkan perawatan pasca-operasi dengan obat penghilang rasa sakit opioid.

Spanyol adalah pemimpin global dalam transplantasi organ, dengan rata-rata tujuh donor dan 15 transplantasi per hari pada tahun 2022, menurut data Kementerian Kesehatan Spanyol.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

58 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.