Slovakia Serukan Pemusnahan Ratusan Beruang
📅 Senin, 07 Apr 2025, 16:51 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
BRATISLAVA - Slovakia pada hari Rabu (3/4) menyetujui rencana untuk mengizinkan pemusnahan 350 beruang , sementara Menteri Lingkungan Hidup Tomas Taraba mengatakan serangan beruang terhadap manusia sedang meningkat.
Dari Deutsche Welle, langkah ini diambil setelah jasad seorang pria berusia 59 tahun ditemukan di Slovakia bagian tengah pada hari Minggu. Pihak berwenang kemudian memastikan bahwa ia dimangsa oleh seekor beruang.
Populasi beruang coklat di hutan Slovakia diperkirakan sekitar 1.300.
Keadaan darurat telah ditetapkan di 55 dari 72 daerah di negara tersebut karena kehadiran beruang yang "tidak diinginkan", yang memungkinkan Kementerian Lingkungan Hidup mengeluarkan izin untuk pemusnahan hewan tersebut.
Dalam menyetujui pemusnahan tersebut, Taraba mengatakan pada hari Rabu bahwa 800 ekor beruang adalah "jumlah yang cukup" untuk negara Eropa yang kecil itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kantor berita Slovakia TASR mengutip Taraba yang mengatakan bahwa jumlah pertemuan manusia dengan beruang meningkat menjadi 1.900 tahun lalu, naik dari sekitar 650 pada tahun 2020. Hal ini digunakan untuk membenarkan pemusnahan 144 beruang pada tahun 2024.
"Kita tidak bisa hidup di negara yang penduduknya takut pergi ke hutan, di mana penduduknya menjadi santapan beruang," kata Perdana Menteri Robert Fico .
Para pegiat konservasi mengecam pemusnahan massal, menyerukan pencegahan
Sebaiknya Anda baca juga:
Organisasi lingkungan telah mengkritik tindakan membunuh beruang tersebut, dengan mengatakan tindakan tersebut melanggar kewajiban internasional negara tersebut.
Slovakia harus mengikuti arahan Uni Eropa yang mengizinkan pemusnahan hanya beruang bermasalah yang merusak properti atau menyerang manusia dan hanya jika tidak ada solusi lain.
Jurnalis Slovakia dari Pusat Investigasi Jan Kuciak mengatakan ada alasan untuk percaya bahwa pada tahun 2024 pemburu mungkin telah membunuh beruang yang tidak menyerang manusia, berdasarkan studi terhadap 50 kasus.
Para pegiat konservasi menghimbau pemerintah untuk lebih berfokus pada tindakan pencegahan dan mengajarkan masyarakat cara menjaga keselamatan di alam terbuka.
"Daripada menggunakan solusi yang tidak efektif, kita perlu memperkuat pencegahan — edukasi, penyediaan pembuangan sampah, regulasi penggunaan umpan untuk hewan buruan, atau menginformasikan masyarakat tentang pergerakan yang aman di alam," kata Yayasan Aevis di Facebook.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!