Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Siaga Terhadap Aktivitas WNA yang Berpotensi Membutuhkan Pertolongan SAR

📅 Kamis, 16 Okt 2025, 23:15 WIB | Oleh:
Siaga Terhadap Aktivitas WNA yang Berpotensi Membutuhkan Pertolongan SAR Doc: Antara
Ket. Kepala Basarnas RI Mohammad Syafii minta Basarnas wilayah tengah siaga terhadap aktivitas WNA di Badung, Bali, Kamis (16/10/2025).

Badung - Kepala Basarnas RI Mohammad Syafii meminta kantor-kantor Basarnas wilayah tengah terutama Bali, Mataram, Kupang, dan Maumere bersiaga terhadap aktivitas-aktivitas warga negara asing (WNA) yang berpotensi membutuhkan pertolongan SAR.

“Kita perlu evaluasi, kantor SAR yang ada di sekitar Bali ini memiliki tanggung jawab tidak ringan, ada aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh WNA, untungnya selama ini kita mampu melaksanakan tugas itu,” kata dia di Kabupaten Badung, Bali, Kamis.

Kepala Basarnas RI melihat belakangan banyak kejadian yang melibatkan WNA dalam kerja-kerja SAR, seperti WNA yang terperosok di gunung, kapal tenggelam, dan banjir besar Bali.

Belum lagi sejumlah wilayah tengah seperti Labuan Bajo masuk kawasan wisata prioritas sehingga tugas tim SAR tidak mudah.

“Itu bagian tugas kita yang harus menjadi perhatian khusus, karena itu saya hadir, kalau kita lihat kantor SAR yang kita miliki ini dengan personel yang terbatas, dengan sarana-prasarana yang masih kurang tetapi tugas-tugas bisa dilaksanakan, tidak lain karena kolaborasi, sinergi antarkantor SAR dengan seluruh potensi,” ujarnya.

Mohammad Syafii menyadari wilayah tengah meski tugasnya berat mengawal aktivitas WNA, masih ada keterbatasan pada sarana prasarana pendukung kerja.

Melihat kejadian-kejadian setahun terakhir, dirasa perlu adanya helikopter sendiri milik Basarnas, namun karena keterbatasan anggaran ia mendorong penerapan strategi dengan mengoptimalkan apa yang ada.

“Saya pastikan kalau bicara masalah kompetensi dari SAR nasional sudah cukup, hanya saja memang kalau kita ingin melengkapi setiap wilayah harus dengan peralatan yang lengkap, itu yang memang belum, jadi kalau ada operasi bisa dilaksanakan secara mandiri dengan peralatan yang ada,” katanya.

Langkah lain yang bisa dilakukan wilayah tengah atau Bali Nusra adalah saling memanfaatkan alutsista daerah lain, seperti ketika seorang WNA terperosok di Gunung Rinjani, dapat meminjam helikopter SGi Air Bali yang sering dipakai dalam misi di Bali.

“Jadi, tidak perlu Basarnas menghadirkan pesawat dari Surabaya atau Bogor, di sana sebenarnya sinergi kita dengan wilayah yang sama, tetapi kalau misalkan kejadian seperti kemarin di pondok pesantren di Sidoarjo bangunan runtuh kita laksanakan operasi khusus hadirkan grup dari Jakarta,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.