Seville Tundukkan Juara Olimpiade
📅 Jumat, 22 Agu 2025, 07:19 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: Fabrice COFFRINI / AFP
LAUSANNE, SWISS – Pelari Jamaika, Oblique Seville, mengalahkan juara Olimpiade Noah Lyles di nomor lari 100 meter putra dalam ajang Diamond League di Lausanne, Kamis (21/8) dini hari WIB. Kemenangan ini diraih hanya tiga pekan jelang Kejuaraan Dunia Atletik di Tokyo.
Lyles kembali melakukan kesalahan saat start. Reaksi lambatnya memberi keuntungan sejak awal bagi Seville yang tampil percaya diri sepanjang lomba. Seville finis tercepat dengan catatan waktu 9,87 detik.
Ini sebuah prestasi luar biasa mengingat hujan deras mengguyur Stade Olympique de la Pontaise. Lyles hanya mampu meraih posisi kedua dengan catatan waktu 10,02 detik.
“Berlari 9,87 dalam kondisi seperti itu membuktikan saya bisa mencatat waktu lebih cepat di mana pun di dunia. Itu waktu yang sangat bagus,” ujar Seville, peraih medali perunggu kejuaraan dunia bersama tim estafet 4x100m Jamaika di Budapest 2023.
Hasil ini menjadi pengulangan dari seri Diamond League di London bulan lalu, ketika Seville juga mengalahkan sprinter Amerika Serikat tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia sudah dua kali mengalahkan juara Olimpiade, di London dan di sini. Itu memberinya kepercayaan diri besar menjelang kejuaraan dunia. Sudah lama pelari Jamaika tidak juara dunia 100m. “Saya percaya bisa menjadi orang yang melakukannya,” tambahnya.
Lyles mengakui kekalahan karena start buruk. “Reaksi saya terhadap pistol start sangat jelek. Itu satu-satunya masalah. Secara teknis saya merasa baik, pemanasan juga bagus, tapi jika salah start di level ini, balapan sudah berakhir. Fisik saya sangat prima dan yakin setiap lomba akan semakin baik,” ujarnya.
Di nomor lari 800 meter putra, kejutan hadir ketika pelari Amerika Serikat, Josh Hoey, menang lomba dengan catatan 1 menit 42,82 detik. Dia mengalahkan juara Olimpiade asal Kenya, Emmanuel Wanyonyi. Hoey, juara dunia indoor, melesat di 100 meter terakhir setelah membiarkan lawan-lawannya menghadapi hujan deras.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Rasanya seperti kembali ke masa kecil, bermain di bawah hujan. Saya belum pernah balapan dalam kondisi seperti ini, lebih mirip lomba lintas alam. Intinya soal siapa yang paling tangguh dan paling sabar,” ujar Hoey.
Wanyonyi sempat tertinggal jauh di 200 meter terakhir, namun bangkit meraih posisi kedua dengan 1:43,29. Kemudian, diikuti Mohamed Attaoui (Spanyol) dan Max Burgin (Inggris). Juara dunia Marco Arop (Kanada) finis di urutan kelima.
Pelari Inggris Keely Hodgkinson kembali membuktikan diri di nomor lari 800 meter putri. Juara Olimpiade itu mencatat rekor baru kejuaraan dengan waktu 1:55,69, mengalahkan Audrey Werro (Swiss).
Di nomor lari 110 meter gawang putra, Cordell Tinch melanjutkan performa impresifnya dengan catatan 12,98 detik. “Saya merasa luar biasa sejak pemanasan. Cuaca seperti ini memang cocok untuk saya. Hasil ini terasa sangat spesial,” ucap Tinch. ben/AFP/G-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!