Setelah Dihujat Bahasa Inggris yang Buruk, Menteri Pariwisata Minta Air Galon untuk Mandi. Duh Susahnya Jadi Orang Cantik
📅 Senin, 22 Sep 2025, 14:14 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
JAKARTA – Cantik, kaya, dan menteri pula. Itulah diri Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana. Berbagai cara untuk menjadi kulit tetap indah. Namun, caranya mungkin tidak tepat apalagi saat kunjungan ke daerah, sang menteri minta air galon untuk mandi.
Apalagi ini diminta di daerah yang air lumayan sangat berharga karena sulit mencarinya, seperti daerah Labuan Bajo, saat dia kunjungan ke daerah. Tak pelak Widiyanti menjadi sorotan. Isu itu viral setelah dibongkar akun @makassar.info, bahkan disebut langsung oleh seseorang yang mengaku sebagai pegawai Kemenpar.
Publik pun ramai mengkritik gaya hidup menteri yang dikenal super tajir ini. Permintaan merepotkan Menpar Dalam laporan warganet, Widiyanti kerap membuat permintaan merepotkan saat kunjungan kerja.
Disebut contoh waktu ke Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Widiyanti disebut minta air galon bukan untuk minum, melainkan untuk mandi. Tak pelak, isu ini langsung disamber berbagai komentar miring. Ini pasti waktu sekolah tidak pernah ikut live in. Live in seperti dilakukan pelajar putri SMA Santa Ursula Jakarta, tinggal sementara waktu di daerah, termasuk yang sangat kesulitan air. Pelajar yang biasa mewah di Jakarta, diajarkan hidup sederhana di daerah miskin bahkan miskin air, untuk merasakan kemiskinan, agar lahir kepedulian akan sesame yang tidak mampu. Kisah sekolah semacam itu mungkin tak dialami Menteri Pariwisata ini, sehingga untuk mandi harus menggunakan air galon, tak mau air setempat, yang juga digunakan warga lokal untuk mandi.
Widiyanti juga pernah dihujat karena kemampuan bahasa Inggrisnya yang dinilai kurang memadai saat berpidato di forum internasional The Economic Insights 2025. Meski sering menuai kritik, dia tetap dipertahankan Presiden Prabowo Subianto sebagai Menpar sejak dilantik 21 Oktober 2024.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pesta Adat
Sementara itu, saat kunjungan ke Kutai Kartanegara, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menilai, perayaan pesta adat Erau 2025 akan memperkuat perputaran ekonomi masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Ini juga akan menghadirkan manfaat nyata bagi daerah sekitarnya.
“Kami optimistis efek berganda dari perayaan warisan budaya ini dapat dirasakan masyarakat, terutama melalui pertumbuhan UMKM serta semakin luasnya keterlibatan warga,” kata Widiyanti, Senin.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam pidatonya saat membuka acara Erau 2025 di Stadion Rondong Demang, Tenggarong, Minggu (21/9), Widiyanti menekankan bahwa Erau bukan sekadar agenda tahunan yang menggerakkan ekonomi, melainkan selebrasi atas tradisi luhur Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura sebagai salah satu peradaban tertua Nusantara.
Mulai dari kerajaan bercorak Hindu pada abad ke-14 hingga kesultanan yang berperan penting dalam sejarah Kalimantan, sehingga jejak kejayaan itu diharapkan dapat terus hidup dalam pesta adat Erau.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!