Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Senator Demokrat Desak Penyelidikan Serangan Sekolah Perempuan di Iran yang Diduga Libatkan AS

📅 Selasa, 10 Mar 2026, 03:30 WIB | Oleh:
Senator Demokrat Desak Penyelidikan Serangan Sekolah Perempuan di Iran yang Diduga Libatkan AS Doc: Antara
Ket. Ilustrasi serangan AS-Israel terhadap sebuah sekolah dasar di Iran.

Washington - Sejumlah senator Partai Demokrat Amerika Serikat (AS), Senin (9/3), menyerukan penyelidikan terhadap serangan yang menghantam sebuah sekolah perempuan di kota Minab, Iran.

Mereka menyebut serangan tersebut kemungkinan dilakukan oleh pasukan AS dan meminta Pentagon melakukan penyelidikan menyeluruh.

“Analisis independen secara kredibel menunjukkan bahwa serangan terhadap sekolah tersebut mungkin dilakukan oleh pasukan AS … Menteri Pertahanan Pete Hegseth harus memastikan bahwa penyelidikan yang sedang dilakukan Departemen Pertahanan terhadap serangan ini berlangsung secara menyeluruh,” demikian pernyataan bersama yang dipublikasikan melalui akun media sosial Senator Brian Schatz.

Para senator itu mendesak Hegseth untuk memastikan apakah ada keputusan kebijakan yang berkontribusi terhadap terjadinya serangan tersebut serta memberikan keterangan yang jelas kepada publik dan Kongres mengenai kondisi yang melatarbelakangi insiden itu.

“Insiden ini sangat mengkhawatirkan mengingat pendekatan Menteri Hegseth yang secara terbuka terkesan sembrono dalam penggunaan kekuatan, termasuk pernyataannya bahwa serangan AS di Iran tidak akan terikat oleh ‘aturan keterlibatan yang bodoh’, sebagaimana ia sebutkan,” kata mereka.

Pernyataan tersebut ditandatangani oleh anggota senior Komite Hubungan Luar Negeri Senat Jeanne Shaheen, anggota utama Partai Demokrat di Komite Angkatan Bersenjata Senat Jack Reed, serta Patty Murray, Mark Warner, Chris Coons, dan Brian Schatz.

Pada hari pertama konflik, sebuah sekolah perempuan di kota Minab, Iran selatan, terkena serangan.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan sedikitnya 171 siswi tewas. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan pertanggungjawaban atas serangan mematikan tersebut.

Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan serta korban sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

AS dan Israel pada awalnya menyatakan bahwa serangan “pendahuluan” itu diperlukan untuk menghadapi ancaman yang mereka anggap berasal dari program nuklir Iran. Namun, keduanya kemudian menyatakan ingin melihat perubahan kekuasaan di Iran.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei gugur pada hari pertama operasi militer AS dan rezim Zionis tersebut. Iran kemudian menetapkan masa berkabung selama 40 hari.

Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut pembunuhan Khamenei sebagai pelanggaran sinis terhadap hukum internasional. Kementerian Luar Negeri Rusia juga mengecam operasi AS dan Israel itu serta menyerukan deeskalasi segera dan penghentian permusuhan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

53 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.