Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sembilan Pedayung Kelilingi Pesisir Pulau Belitung

📅 Minggu, 18 Agu 2024, 16:12 WIB | Oleh:
Sembilan Pedayung Kelilingi Pesisir Pulau Belitung Doc: ANTARA/Kasmono
Ket. Sembilan pedayung bersiap untuk memulai ekspedisi Dayung Jelajah Nusantara "Belitung Sea Kayak Expedition 2024" mengelilingi Pulau Belitung dengan jarak tempuh 450 kilometer selama 28 hari perjalanan.

Tanjung Pandan -- Sebanyak sembilan pedayung akan mengelilingi pesisir pulau di Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menggunakan kayak laut dijadwalkan memakan waktu selama 28 hari dalam ekspedisi Dayung Jelajah Nusantara "Belitung Sea Kayak Expedition 2024".

Ketua Ekspedisi Dayung Jelajah Nusantara, Yoppi Saragih di Sijuk, Minggu, mengatakan ekspedisi Dayung Jelajah Nusantara bertujuan guna mengeksplorasi keindahan alam, kekayaan budaya, adat istiadat, maupun kearifan lokal yang dimiliki oleh Belitung.

"Kemudian selanjutnya adalah meningkatkan promosi potensi pariwisata bahari yang dimiliki oleh Pulau Belitung," katanya.

Ia mengatakan, sebelumnya pada Agustus sampai Oktober 2023, Dayung Jelajah Nusantara telah melakukan ekspedisi pertamanya dengan mengelilingi Pulau Flores sejauh 1.059 kilometer selama 55 hari.

"Selanjutnya kami akan mengelilingi Pulau Belitung sebagai ekspedisi kedua dengan tujuan untuk mengenal pesisir Belitung mengamati kehidupan sosial, budaya, serta ekosistem flora dan fauna di daerah yang kami lalui," ujarnya.

Ia menjelaskan, sembilan pedayung akan mengelilingi Pulau Belitung selama 28 hari dengan jarak tempuh sekitar 450 kilometer.

"Kami start-nya di Sheraton Resort ini, dan kami mulai mendayung searah jarum jam ke Manggar turun ke bawah terus mengelilingi Pulau Belitung sampai kembali lagi ke titik ini (Sheraton Resort) pada 12 September mendatang," katanya.

Selain itu, lanjut dia, ekspedisi Dayung Jelajah Nusantara juga bertujuan untuk menunjukkan eksistensi Indonesia sebagai bangsa bahari atau maritim.

"Sehingga kita bisa mengetahui laut kita, mendalami laut kita, mencintai laut kita dan mempublikasikan adat, budaya, keindahan, kuliner, dan segala macam hal menarik yang bisa ditemui selama di perjalanan," ujarnya.

Dikatakannya, sembilan pedayung tersebut akan mulai mendayung pada pukul 07.00 WIB, mereka akan makan siang di laut dan tidak mendarat dengan mengkonsumsi cokelat, buah-buahan, makanan kaya protein, serta banyak mengkonsumsi air putih.

"Selanjutnya pada pukul 15.00 WIB atau pukul 16.00 WIB mereka akan menepi ke daratan dan masak. Kemudian pada pukul 22.00 WIB mereka akan tidur beristirahat," katanya.

Adapun kecepatan saat mendayung kayak laut yakni sekitar empat sampai enam kilometer per jam.

"Sangat tergantung dengan kondisi angin dan cuaca jadi jarak yang bisa ditempuh adalah sekitar 28-30 km per hari," kata Yoppi.

Untuk itulah, dirinya memohon izin dan doa restu agar para pedayung bisa sehat serta lancar dalam ekspedisi tersebut.

"Kami juga minta arahan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, serta kami mohon agar cuaca baik selama ekspedisi sehingga misi berjalan dengan sukses," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

54 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.