Seluruh Inggris Menunggu Ibu Dua Anak Ini Ditemukan
📅 Minggu, 19 Feb 2023, 04:18 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
LONDON - Kepolisian Lancashire, Inggris, baru-baru ini menggelar pencarian besar-besaran atas Nicola Bulley, wanita berusia 45 tahun yang menghilang saat berjalan-jalan dengan anjingnya, tiga pekan yang lalu.
Pemadam Kebakaran, SAR Lancashire, tim Penyelamat Gunung Bowland Pennine dan Tim Pencarian Bawah Air telah bergabung dalam pencarian. Itu termasuk tim penyelam, drone, anjing pelacak, helikopter, serta para sukarelawan yang diterjunkan ke sekitar desa St Michael's, sekitar 45 mil barat laut Manchester.
Dilansir oleh Sky News, kasus tersebut telah menarik perhatian nasional, melahirkan berbagai polemk, spekulasi online liar, serta gelombang kritik terhadap polisi.
Setelah mengantar kedua putrinya ke sekolah, Nicola Bulley terakhir terlihat sekitar pukul 09.15, Jumat 27 Januari, di jalan setapak tepi Sungai Wyre. Polisi mengatakan, anjingnya seekor Spaniel coklat, dan ponsel ditemukan di sebuah bangku di tepi sungai.
"Dia sempat melakukan panggilan konferensi, dengan videonya mati. Panggilan telah berakhir, tetapi telepon masih menyala ketika ditemukan di bangku," kata polisi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hari itu juga, polisi mengeluarkan pernyataan singkat, meminta bantuan warga untuk menemukan Bulley, yang digambarkan sebagai wanita kulit putih setinggi 5 kaki, rambut coklat berkuncir kuda, berbicara dengan aksen Essex, serta mengenakan jaket hitam, celana jeans, dan sepatu bot hijau.
Empat hari setelah hilang, pihak keluarga mengeluarkan pernyataan terima kasih kepada masyarakat atas dukungannya yang luar biasa.
"Gadis-gadis itu sangat ingin mendapatkan ibu mereka kembali ke rumah dengan aman bersama mereka dan upaya berkelanjutan Anda telah memberikan kenyamanan kepada mereka sementara kami menunggu kabar tentang Nicola," kata pernyataan itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Seminggu setelah penyelidikan, polisi mengatakan bahwa mereka yakin Bulley jatuh ke sungai. Namun polisi tidak menjelaskan bagaimana bisa sampai pada hipotesis itu, dan mereka mengatakan tidak ada bukti yang mencurigakan atau keterlibatan pihak ketiga.
Pekan ini, setelah mengungkapkan detail pribadi korban, termasuk bahwa Bulley tengah berjuang melawan minuman keras.
"Menderita beberapa masalah signifikan dengan alkohol yang disebabkan oleh perjuangannya dengan menopause," katanya.
Itu memicu serangan balik dari para kritikus, termasuk anggota parlemen. Mereka mempertanyakan bagaimana detail seperti itu akan membantu menemukan Bulley.
Silkie Carlo, direktur Big Brother Watch, sebuah organisasi kampanye kebebasan sipil dan privasi Inggris, mengatakan di Twitter bahwa pengungkapan tersebut merupakan pelanggaran "serius" terhadap privasi Bulley.
Pada Jumat (16/2) otoritas privasi data independen Inggris mengatakan akan meminta kepolisian Lancashire untuk menjelaskan alasan pelepasan informasi tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!