Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sekolah Adat Papua Komitmen Lestarikan Tradisi dan Budaya 

📅 Minggu, 03 Agu 2025, 22:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sekolah Adat Papua Komitmen Lestarikan Tradisi dan Budaya  Doc: ANTARA
Ket. Sekolah Adat Negeri Papua di Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, mendapat kunjungan dari Kepala Pusat Pengembangan Perlindungan dan Pembinaan Bahasa dan Sastra Kementerian Riset dan Teknologi, di Kampung Hobong.

SENTANI – Sekolah Adat Negeri Papua di Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua menegaskan komitmen lembaganya dalam melestarikan tradisi dan budaya lokal sebagai bagian dari upaya mempertahankan identitas orang asli Papua (OAP) di tengah arus modernisasi yang kian deras.

Direktur Sekolah Adat Negeri Papua Orgenes Monim di Sentani, Minggu (03/8), mengatakan lembaga ini hadir untuk menjawab keresahan banyak komunitas adat karenanilai-nilai dalam kehidupan sehari-hari, terutama di kalangan generasi muda mulai terkikis.

"Kami berkomitmen menjaga tradisi dan budaya melalui pendidikan berbasis adat, dengan pendekatan yang sesuai dengan cara hidup masyarakat Papua sendiri," katanya.

Menurut Orgenes, pembelajaran di Sekolah Adat Negeri Papua tidak mengacu pada kurikulum formal, tetapi pada kearifan lokal yang disusun bersama para tetua adat.

"Materi pembelajaran mencakup bahasa ibu, sejarah komunitas, sistem nilai, serta praktik budaya seperti menokok sagu, berburu, hingga meramu obat-obatan dari hasil hutan," ujarnya.

Dia menjelaskan, sekolah adat ini juga menggandeng tokoh adat, perempuan dan kaum muda sebagai pengajar untuk memperkuat keberlanjutan pengetahuan.

"Anak-anak belajar langsung dari para pelaku budaya, buka dari buku, tetapi dari pengalaman hidup yang diwariskan turun-temurun," katanya lagi.

Dia menambahkan, pihaknya mengapresiasi pemerintah pusat melalui kunjungan Kepala Pusat Pengembangan Perlindungan dan Pembinaan Bahasa dan Sastra Kementerian Riset dan Teknologi yang turut memantau pembelajaran bahasa ibu di Sekolah Adat Negeri Papua.

"Kami berharap dukungan pemerintah pusat berlanjut, khususnya dalam pengakuan hukum dan anggaran pembinaan, agar sekolah adat tidak hanya berjalan sebagai gerakan sosial, tetapi juga sebagai sistem pendidikan alternatif yang sah," ujarnya lagi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.