Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sekjen PBB Antonio Guterres: AS Kunci Hentikan Perang Timur Tengah, Isu Kejahatan Perang Menguat

📅 Sabtu, 21 Mar 2026, 06:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sekjen PBB Antonio Guterres: AS Kunci Hentikan Perang Timur Tengah, Isu Kejahatan Perang Menguat Doc: Antara
Ket. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.

Moskow - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres menilai penghentian konflik di Timur Tengah sangat bergantung pada kemauan politik Amerika Serikat (AS).

“Perang ini harus dihentikan... dan saya percaya hal itu berada di tangan Amerika Serikat untuk menghentikannya. Itu mungkin dilakukan, tetapi bergantung pada kemauan politik untuk melakukannya,” katanya.

Guterres juga menyatakan terdapat alasan untuk meyakini bahwa kejahatan perang mungkin telah terjadi oleh kedua pihak dalam konflik tersebut. Ia menegaskan bahwa meningkatnya jumlah korban sipil membuat semua pihak rentan terhadap tuduhan pelanggaran hukum internasional.

“Saya tidak melihat perbedaan. Tidak peduli siapa yang menargetkan warga sipil. Hal itu sama sekali tidak dapat diterima,” ujarnya.

Dalam wawancara dengan Politico, Kamis (19/3), Guterres menambahkan bahwa serangan terhadap infrastruktur energi dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

“Jika terdapat serangan, baik terhadap Iran maupun dari Iran, terhadap infrastruktur energi, saya pikir ada alasan yang cukup untuk menilai bahwa hal tersebut dapat merupakan kejahatan perang,” katanya.

Pernyataan itu disampaikan di tengah eskalasi terbaru, setelah Israel menyerang ladang gas alam South Pars milik Iran pada Rabu, yang kemudian dibalas Teheran dengan serangan terhadap fasilitas energi utama di Qatar.

Guterres juga mengisyaratkan bahwa strategi Israel berfokus pada upaya menghilangkan kemampuan militer Iran. Ia menambahkan bahwa dirinya belum berbicara dengan Presiden AS Donald Trump sejak dimulainya serangan AS dan Israel terhadap Iran.

Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran merespons dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah sebagai bentuk dari pertahanan diri.

AS dan Israel awalnya menyatakan bahwa serangan "pendahuluan" tersebut diperlukan untuk menghadapi ancaman yang dipersepsikan dari program nuklir Iran, namun kemudian menegaskan bahwa mereka menginginkan terjadi perubahan kekuasaan di Iran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

39 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.