Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sekitar 50% Sawah di Mukomuko Jadi Kebun Sawit

📅 Kamis, 15 Feb 2024, 09:16 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sekitar 50% Sawah di Mukomuko Jadi Kebun Sawit Doc: istimewa

MUKOMUKO - Alih fungsi lahan pertanian pangan kian marak di luar Pulau Jawa

Di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, selama kurun waktu kurang dari dua tahun, lahan sawah disulap menjadi kebun sawit

Di Desa Pondok Baru, Mukomuko, Bengkulu, sedikitnya 60 hektare atau 50 persen dari seluas 120 hektare sawah, beralih fungsi menjadi kebun kelapa sawit sejak 2022 sampai sekarang

Kepala Desa Pondok Baru, Kecamatan Selagan Raya Suswandi di Mukomuko, Rabu, mengatakan sebagian dari seluas 120 hektare sawah di wilayahnya menjadi sawit karena sawah milik petani di wilayah ini tidak dapat air irigasi

"Sudah selama enam tahun atau sejak 2016-2017 sawah di wilayah ini tidak dapat air, kemudian baru tahun 2022 lahan persawahan tersebut ditanami sawit oleh warga," ujarnya

Dia mengatakan, sebelum sawah tersebut ditanami sawit oleh pemiliknya, warga di wilayah ini pernah menanam tanaman palawija di lahan tersebut, tetapi setelah itu lahan tersebut dibiarkan terbengkalai

Sebenarnya, warga di wilayah ini ingin mempertahankan sawahnya karena tradisi atau kebiasaan warga setempat selama ini bersawah menjadi mata pencaharian utama

Namun, kemungkinan warga tidak bisa menunggu sawahnya mendapatkan air yang bersumber dari Daerah Irigasi (DI) Air Lubuk Bangko

Usulan "Intake"

Pihaknya, setiap tahun mengusulkan pembangunan pintu air atau intake yang rusak sehingga menyebabkan air tidak mengalir ke sawah petani kepada Pemerintah Kabupaten Mukomuko, namun sampai sekarang belum terealisasi

Selain itu, katanya, usulan pembangunan intake yang rusak juga sudah masuk dalam musyawarah rencana pembangunan desa (Musrenbangdes) dan menjadi prioritas utama dalam musyawarah ini

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Mukomuko Apriansyah mengusulkan dana alokasi khusus (DAK) fisik sebesar 5 miliar rupiah untuk membangun kembali "intake" Daerah Irigasi Air Lubuk Bangko yang rusak akibat banjir ke pemerintah pusat untuk tahun anggaran 2025

Apriansyah mengatakan, terkait berapa usulan anggaran yang disetujui oleh pemerintah pusat, selanjutnya tergantung pagu dari situ dan kesiapan data dari dinas ini

Dia mengatakan, usulan DAK selain untuk membangun irigasi rusak akibat banjir di wilayah tersebut, termasuk pembangunan saluran irigasi yang rusak akibat berusia tua di Kecamatan Selagan Raya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

34 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.