Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Satelit Eksplorasi Venus Akan Diluncurkan pada 2026

📅 Senin, 26 Jun 2023, 13:50 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Satelit Eksplorasi Venus Akan Diluncurkan pada 2026 Doc: AFP/NASA/JPL-CALTECH
Ket. Venus

SEOUL - Proyek eksplorasi Venus untuk meluncurkan satelit terkecil penjelajah Venus ke orbit rendah Bumi, akan dilaksanakan mulai tahun ini.

Ketua Penelitian atau CI (Chief Investigator) Planetary Atmospheres Group dari Institut For Basic Science (IBS), Lee Yeon-ju, mempublikasikan rencana proyek pemantauan Venus jangka panjang pada Jumat (23/6) pekan lalu.

"Lembaga penelitian tersebut akan meluncurkan satelit terkecil yang berisikan peralatan pemantau tingkat refleksi dan tingkat polarisasi dari Venus ke orbit rendah bumi satu kali dalam tiga tahun. Satelit pertama ditargetkan akan diluncurkan ke orbit bumi pada 2026 mendatang," lapor kantor berita KBS, Jumat (23/6) lalu.

Ketua Lee tersebut merupakan satu-satunya peneliti Venus dari Korea Selatan, dan bergabung dengan IBS pada tahun lalu.

Dirinya pernah mengambil bagian dalam Venus Express dari Badan Antariksa Eropa (ESA), proyek Bepi Colombo yang dikembangkan oleh ESA dan Badan antariksa nasional Jepang (JAXA) secara bersama-sama.

Menurut Lee, informasi terkait Venus cukup banyak setelah Uni Soviet dan Amerika Serikat (AS) menjelajahi Venus pada tahun 1970 lalu dengan ekspektasi keberadaan makhluk hidup di Venus, namun masih banyak yang belum diketahui.

Lee menjelaskan bahwa penelitian Venus bermanfaat untuk mencari planet yang menyerupai Bumi dalam jangka panjang.

Penjelasan tersebut berhubungan dengan pembukaan kembali eksplorasi Venus oleh Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) dalam 30 tahun sejak tahun 2021 lalu, pembukaan rencana eksplorasi Venus oleh Eropa, Russia, India, Tiongkok, dan lainnya.

Lee mengatakan bahwa pihaknya dapat mencari exoplanet atau planet di luar tata surya secara lebih banyak sesuai dengan peningkatan kemampuan pemantauan exoplanet.

Jika dapat membedakan apakah planet yang berada di habitable zone yang memungkinkan keberadaan makhluk hidup menyerupai Venus atau Bumi, maka hal itu sangat bermanfaat dalam penelitian. KBS/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.