Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sampah Jadi Listrik, Guru Besar UB Sebut PSEL Langkah Strategis Bangun Kemandirian Energi

📅 Minggu, 19 Okt 2025, 22:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sampah Jadi Listrik, Guru Besar UB Sebut PSEL Langkah Strategis Bangun Kemandirian Energi Doc: ANTARA/ Ananto Pradana
Ket. Ilustrasi - Pemrosesan sampah di TPA Supit Urang, Kota Malang, Jawa Timur.

MALANG – Realisasi pembangunan instalasi pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) menjadi langkah strategis dalam menjawab dua tantangan besar sekaligus—pengelolaan sampah dan kebutuhan energi nasional.

Di tengah meningkatnya volume sampah perkotaan, PSEL hadir sebagai solusi inovatif yang mengubah limbah menjadi sumber daya bernilai ekonomi tinggi.

Pembangunan PSEL bukan hanya proyek infrastruktur, tetapi juga cerminan komitmen pemerintah terhadap ekonomi hijau dan transisi energi berkelanjutan.

Dengan teknologi waste to energy, setiap ton sampah yang diolah tidak hanya mengurangi beban TPA, tetapi juga menghasilkan listrik yang bisa dimanfaatkan masyarakat.

Realisasi proyek ini memperkuat sinergi antara pemerintah, investor, dan daerah dalam menciptakan model pengelolaan sampah yang efisien dan berkelanjutan.

Lebih dari itu, PSEL juga membuka lapangan kerja baru, mendorong investasi hijau, dan memperkuat posisi Indonesia dalam agenda global pengurangan emisi karbon.

Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (UB) Prof Wardana menyebut pembangunan instalasi pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) atau waste to energy (WtE) menjadi strategi pemerintah dalam menciptakan ketahanan energi nasional.

"Ini (PSEL) merupakan strategi yang serius dari pemerintah untuk ketahanan energi kita, karena akan meningkatkan pasokan listrik dalam negeri," kata Prof Wardana di Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (19/10).

Menurut dia pemerintah saat ini harus benar-benar serius merealisasikan pembangunan instalasi PSEL, selain mengoptimalkan potensi sumber daya alam yang lain untuk diolah menjadi energi ramah lingkungan, seperti panas bumi dan air.

"Jangan pernah berhenti, pembangkit ini harus dibangun," ucapnya.

Selain untuk menciptakan ketahanan energi, pembangunan PSEL melalui program WtE menjadi sangat penting karena akan menjadi terobosan dalam menyelesaikan persoalan sampah secara efisien.

Dia menjelaskan timbunan sampah di masing-masing tempat pembuangan akhir bisa langsung diproses dengan cepat melalui cara dibakar dan diubah menjadi energi listrik.

Ini sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan Melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Terbarukan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.

Dia menambahkan apabila persoalan sampah bisa ditangani maksimal, maka dampaknya akan mempengaruhi kelestarian ekosistem lingkungan dan kesehatan masyarakat, khususnya bagi mereka yang tinggal di dekat TPA maupun tempat pembuangan sementara (TPS).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

23 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.