Sambut Hardiknas, Wali Kota Jakbar Evaluasi Masalah Tawuran dan Perundungan di Kalangan Pelajar
📅 Kamis, 01 Mei 2025, 22:55 WIB | Oleh: Arif
Doc: ANTARA/HO-Polres Jakbar
Jakarta - Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto menyoroti masalah tawuran dan perundungan di kalangan pelajar sebagai bahan evaluasi dalam menyambut Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2025.
Hal itu menyusul dua jenis tindak kenakalan remaja tersebut marak terjadi beberapa waktu belakangan di wilayah Jakarta Barat, termasuk kasus perundungan di Tambora dan Grogol Petamburan.
"Ada beberapa hal yang perlu saya tekankan terkait dengan masalah menjelang peringatan Hari Pendidikan Nasional. Pertama, saya minta untuk kita sama-sama introspeksi dan sama-sama mengevaluasi untuk ke depan ya, jangan sampai terjadi tawuran di antara pelajar," kata Uus saat dihubungi ANTARA di Jakarta pada Kamis (1/5).
Selanjutnya, terkait masalah perundungan atau bullying, Uus meminta pihak sekolah dan orang tua untuk sepemahaman dalam mengarahkan para pelajar.
"Terkait dengan masalah bullying, saya minta untuk tidak terjadi lagi dan saya minta kepada teman-teman jajaran, terutama di lingkungan pendidikan, juga kepada orang tua, untuk bisa mengawasi, untuk bisa memberikan sosialisasi kepada anak didiknya agar jangan sampai terjadi bullying lagi," ujar Uus.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Uus, Satuan Tugas (Satgas) Anti Kekerasan yang ada sekolah-sekolah perlu diperkuat dan diperjelas alur koordinasi dan pengawasannya.
"Sudindik (Suku Dinas Pendidikan) kan sudah ada Satgas Anti Kekerasan ya. Jadi itu bisa diperkuat lagi, bagaimana cara melapor dan sebagainya," ungkap Uus.
Uus pun mengucapkan selamat Hari Pendidikan Nasional kepada seluruh tenaga pendidik dan para peserta didik.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Semoga pendidikan di Indonesia, termasuk di Jakarta Barat, semakin lama, semakin baik, dan semakin berkualitas. Semakin baik menuju Indonesia Emas," pungkas Uus.
Sebelumnya, Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto menyebut tidak akan menoleransi aksi perundungan (bullying) yang dilakukan oleh tiga remaja putri di bawah umur terhadap seorang anak seusianya di Tambora, beberapa waktu lalu.
"Jadi kalau memang pelajar, nanti akan saya minta koordinasi dengan Sudin Pendidikan untuk menindaklanjutinya. Nanti, ada prosedur yang akan dilakukan oleh Sudin Pendidikan," kata Uus saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (18/4).
Menurut dia, selain pendekatan kepada orang tua, pembinaan yang dilakukan di sekolah bisa lebih tepat sasaran.
"Nanti mungkin ada langkah-langkah yang harus diambil. Sehingga, pada saat nanti memberikan pembinaan kepada anak-anak sekolah, tidak melanggar aturan atau tidak membuat masalah yang baru. Tapi tepat sasaran," ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!