Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

RI Perlu Belajar dari Korsel Kembangkan Budaya

📅 Jumat, 19 Mei 2023, 11:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
RI Perlu Belajar dari Korsel Kembangkan Budaya Doc: ISTIMEWA
Ket. Semiarto Aji Purwanto, Dekan FISIP UI

DEPOK - Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI), Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto menyatakan sektor ekonomi dan budaya Indonesia dapat lebih berkembang dengan pembelajaran dari Korea Selatan.

"Hal ini dapat diwujudkan dengan misalnya, Korean Wave atau Hallyu, telah mendapatkan banyak pengikut di Indonesia, terutama di kalangan generasi muda," kata Semiarto Aji Purwanto dalam keterangannya diterima di Depok, Jawa Barat, Kamis (18/5).

Menurut dia, popularitas budaya, musik dan hiburan Korea menghadirkan peluang signifikan untuk kerja sama di sektor budaya, termasuk produksi bersama, pertukaran seniman dan pakar budaya, serta kolaborasi dalam industri ekonomi kreatif.

FISIP UI menyelenggarakan peringatan 50 tahun kerja sama antara Indonesia dan Korea Selatan. Dengan menggandeng Korea Foundation, konferensi internasional bertajuk The Indonesia-Korea Golden Anniversary Conference: Strengthening Partnership for Tomorrow.

Direktur Korea Foundation, Mr. Choi Hyun-Soo mengharapkan bahwa setelah terselenggaranya konferensi tersebut, berbagai sektor yang menjadi topik diskusi dua negara akan bergerak lebih maju.

"Sejak 1973, Indonesia dan Korea telah membangun hubungan diplomatik. Diharapkan ke depannya Indonesia-Korea dapat terus menjalin hubungan dengan baik di bidang akademik, politik, budaya dan ekonomi," katanya.

Siapkan Strategi

Pada kesempatan tersebut, dihadirkan beberapa narasumber yang membahas perkembangan kerja sama antara Indonesia dan Korea Selatan dalam tiga aspek, yaitu akademik, sosial-budaya dan diplomasi.

Pada aspek akademik, Prof. Choi Kyunghee dari Seoul National University Asia Center menilai perlunya melihat bagaimana perkembangan studi Indonesia di Korea dan studi Korea di Indonesia untuk lebih mengenal budaya dari masing-masing negara.

"Strategi perlu disiapkan untuk menjawab berbagai tantangan yang mungkin dihadapi di masa depan. Sebagai bagian dari masyarakat global, saya percaya studi yang mengkaji berbagai elemen budaya kedua negara, terutama studi yang bersifat akademik dan pertukaran pelajar, berperan penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang berdaya saing global," ujar Prof. Choi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.