Rendah Nutrisi dan Mengandung Banyak Garam
📅 Rabu, 19 Apr 2023, 06:55 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: AFP/Aaron Tam
Mi ramen kemasan instan atau mi instan adalah jenis mi instan kemasan yang terbuat dari tepung terigu, berbagai minyak nabati dan perasa. Mi ini sudah dimasak sebelumnya, artinya sudah dikukus dan kemudian dikeringkan atau digoreng untuk mempersingkat waktu memasak bagi konsumen.
Mi ramen memang tidak mahal dan hanya membutuhkan beberapa menit untuk disiapkan. Bahan makanan ini sangat menarik bagi orang-orang yang memiliki anggaran terbatas atau kekurangan waktu untuk memasak.
Menurut Health Line, tidak ada keraguan bahwa mi ramen ini amat enak. Namun kandungan nutrisi tidak mencukupi. Meskipun informasi nutrisi bervariasi antar produk, kebanyakan mi tersebut rendah kalori tetapi kekurangan nutrisi penting.
Misalnya, satu porsi mi ramen rasa ayam memiliki kalori 188 kilokalori (kkal), karbohidrat 27 gram, total lemak 7 gram, protein 5 gram, serat 1 gram, natrium 891 miligram, tiamin 16 persen dari Referensi Asupan Harian (RDI), folat 13 persen dari RDI, mangan 10 persen dari RDI, besi 9 persen dari RDI, niasin 9 persen dari RDI, riboflavin 6 persen dari RDI.
Mi instan dibuat dengan tepung terigu yang telah diperkaya dengan bentuk sintetis dari nutrisi tertentu seperti zat besi dan vitamin B untuk membuat mi lebih bernutrisi. Namun demikian tetap saja kekurangan banyak nutrisi penting, termasuk protein, serat, vitamin A, vitamin C, vitamin B12, kalsium, magnesium, dan potasium.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tidak seperti makanan utuh dan segar, makanan kemasan seperti mi ramen instan kekurangan antioksidan dan fitokimia yang berdampak positif bagi kesehatan dalam banyak hal. Belum lagi, bahan makanan ini dikemas tanpa beragam nutrisi seimbang yang terdiri dari protein, sayuran, dan karbohidrat kompleks.
Meskipun satu porsi (43 gram) mi ramen hanya mengandung 188 kalori, kebanyakan orang mengkonsumsi satu bungkus penuh, yang setara dengan dua porsi dan 371 kalori.
"Perlu dicatat bahwa mi ramen berbeda dengan mi segar, yaitu mi tradisional Tiongkok atau Jepang yang biasanya disajikan dalam bentuk sup dan ditaburi dengan bahan-bahan bergizi seperti telur, daging bebek, dan sayuran," tulis Health Line.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kekurangan mi ramen instan yaitu sarat dengan garam. Pada garam sodium adalah mineral yang penting untuk berfungsinya tubuh. Namun, terlalu banyak garam dalam makanan tidak baik untuk kesehatan. Bersama dengan makanan olahan, instan menjadi salah satu penyumbang terbesar asupan natrium.
Tidak mengonsumsi cukup natrium telah dikaitkan dengan efek buruk, tetapi makan terlalu banyak juga dapat berdampak negatif bagi kesehatan. Misalnya, diet tinggi garam dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker perut, penyakit jantung, dan stroke menurut riset Mary E Cogswell dengan judul Dietary Sodium and Cardiovascular Disease Risk Measurement Matters.
Terlebih lagi, pada orang-orang tertentu yang dianggap sensitif terhadap garam, diet tinggi natrium dapat meningkatkan tekanan darah, yang berdampak negatif pada kesehatan jantung dan ginjal. Meskipun ada perdebatan tentang validitas rekomendasi asupan dua gram natrium per hari saat ini yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia, jelas bahwa membatasi makanan yang sangat tinggi garam adalah yang terbaik.
Mi ramen instan sangat tinggi sodium, dengan satu kemasan mengandung 1.760 miligram sodium, atau 88 persen dari rekomendasi 2 gram yang disarankan oleh WHO. Mengkonsumsi hanya satu bungkus mi ramen per hari akan membuat asupan natrium sangat sulit untuk tetap dekat dengan anjuran diet saat ini.
Tapi karena mi ramen murah dan cepat disiapkan, ini adalah makanan yang mudah diandalkan bagi orang-orang yang tidak punya banyak waktu. Karena alasan ini, kemungkinan banyak orang mengonsumsi ramen beberapa kali sehari, yang dapat menyebabkan natrium tertelan dalam jumlah besar.
"Mi ramen adalah makanan tinggi sodium. Mengonsumsi terlalu banyak natrium dapat berdampak negatif bagi kesehatan Anda dan dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, kanker perut, dan stroke," lanjut Health Line. hay/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!