Rahasia Juara Ala Dewa United Banten
📅 Minggu, 03 Agu 2025, 19:30 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Donny Aditra (ANTARA)
JAKARTA - Dewa United Banten Basketball bukanlah klub legendaris yang sudah terbiasa dengan kultur pemenang, tapi mereka mampu memperlihatkan karakter juara saat mencetak sejarah dengan menjadi juara Indonesian Basketball League (IBL).
Dewa United baru berkompetisi tak lebih dari lima tahun di liga basket Tanah Air dan tim berjulukan Banten Warriors ini menutup musim IBL 2025 dengan cara yang nyaris sempurna: berdiri sebagai juara setelah membalikkan keadaan dramatis di partai final.
Dalam seri best-of-three melawan Pelita Jaya Jakarta, tim asal Tangerang Selatan ini menunjukkan karakter juara dengan merespons kekalahan di gim pertama lewat dua kemenangan meyakinkan di dua gim terakhir.
Comeback ini bukan sekadar soal strategi teknis atau rotasi pemain, tapi juga mencerminkan kekuatan mental dan kedalaman skuad yang telah dibangun secara sistematis dalam empat tahun terakhir.
Tiga laga di seri final IBL 2025 ini menjadi buah manis yang akhirnya dipetik oleh tim yang merawat asa juara sejak lima tahun terakhir.
Sebaiknya Anda baca juga:
Comeback yang mereka lakukan bahkan terjadi dua kali. Yaitu setelah tertinggal 1-0, kalah di gim pertama, lalu menyamakan kedudukan di laga kedua, dan bangkitnya mereka kembali terjadi di laga ketiga sekaligus di kuarter akhir, setelah tertinggal dua digit poin.
Pemilik Dewa United Banten Basketball, Michael OW, menyebut resep menjadi juara untuk timnya pada IBL 2025 ini hanyalah komsistensi. Namun, resep dari konsistensi itu tidaklah sesederhana satu kata. Ada himpunan faktor-faktor juara yang sudah berjalinan di balik kata konsistensi itu, yang sudah terbangun dalam setiap individu di Dewa United.
Klub yang dipimpin oleh kapten Kaleb Ramot Gemilang itu memulai kompetisi pada 2021, sejak markasnya masih di Surabaya. Pada tahun pertama mereka di IBL, klub baru ini langsung menembus babak playoff, bahkan mencapai semifinal dari total delapan klub yang berkompetisi dengan pertandingan tanpa penonton pada era Covid-19.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tahun 2022 menjadi awal batu pijakan Dewa United diletakkan ketika mereka berpindah markas, dari Louvre Dewa United menjadi Dewa United Banten. Pada tahun ini, ketika kontestsan IBL yang berkompetisi meningkat menjadi 16 tim, Dewa United mengalami sedikit kemunduran dengan hanya mencapai putaran pertama playoff, kalah dari Prawira Bandung.
Memasuki musim 2023, langkah Dewa United Banten kembali terhenti, kali ini di babak semifinal di tangan lawan yang sama, yakni Prawira Bandung. Pada musim itu, Prawira Bandung memang menjadi juara IBL.
Di musim 2024, ketika manajemen IBL mengubah format kompetisi dari yang sebelumnya sejumlah seri yang diselenggarakan di beberapa kota menjadi format laga kandang dan tandang, Dewa United serius menggarap proyek besar-besaran dalam membangun klub.
Mereka mulai membangun markas secara serius di Tangerang Banten, baik untuk pertandingan IBL maupun kamp pelatihan. Meski arena basket itu baru bisa digunakan pada 2025.
Selain proyek fisik, cetak biru pembangunan rooster juga dilakukan oleh manajemen klub. Mereka merekrut pemain asing berkulitas seperti Gelvis Solano dan Jordan Adams, mengakuisisi pemain naturalisasi Timnas Indonesia Lester Prosper, menyewa jasa pebasket lokal dengan sejarah dan mental juara seperti Hardianus dari Satria Muda, serta mengumpulkan pemain-pemain muda yang potensial.
Dari jajaran pelatih, mereka mendatangkan Pablo Favarel pada pertengahan September 2023, yang menukangi Dewa United pada IBL 2024. Tak hanya kepala pelatih, seluruh jajaran pelatih pun mendapat apresiasi dari kapten tim Kaleb yang disebut berhasil membuat para Anak Dewa tetap dalam kondisi bugar dan terjaga dari masalah cedera, seperti yang diderita oleh tim-tim IBL lainnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!