Program MBG: BKKBN Kepri Salurkan Makanan Bergizi di Posyandu Tanjungpinang
📅 Selasa, 12 Agu 2025, 09:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara Foto
Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) membagikan Makan Bergizi Gratis atau MBG di tiga posyandu, Kota Tanjungpinang.
Ketiga posyandu tersebut, yaitu Posyandu Kenari dan Posyandu Camar di Kelurahan Tanjungpinang Timur, serta Posyandu Mentari di Kelurahan Tanjung Ayun Sakti.
"Pembagian MBG ini dalam rangka meningkatkan kesehatan gizi ibu dan anak," kata Kepala BKKBN Kepri Rohina usai membagikan MBG kepada penerima manfaat di Posyandu Mentari, Tanjungpinang, Senin.
Dia menyebut program MBG ini berhasil menjangkau 109 balita, lalu tujuh ibu hamil, dan sembilan ibu menyusui sebagai penerima manfaat.
Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak terkait, seperti Penyuluh KB, petugas Badan Gizi Nasional (BGN), kader posyandu, wakil ketua Kampung KB, para ketua RT/RW, serta masyarakat penerima MBG.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kehadiran para pihak tersebut menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendukung tumbuh kembang anak dan pemenuhan gizi ibu.
Rohina menyampaikan pemberian MBG ini merupakan salah satu langkah nyata dalam upaya pencegahan stunting, sekaligus mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya asupan gizi seimbang. Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat, terlihat dari antusiasme penerima manfaat yang hadir dan berpartisipasi aktif.
"Pembagian MBG di tiga posyandu ini diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak di Tanjungpinang, serta mendukung tercapainya target pembangunan keluarga yang berkualitas," ungkapnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada kesempatan yang sama, Kepala BKKBN Kepri Rohina beserta jajaran turut mengunjungi Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) Alrasya Day Care untuk melihat kondisi 23 anak yang dididik bersama enam orang pengasuh.
Kegiatan ini merupakan bagian dari salah satu quick wins Kemendukbangga/BKKBN, yakni Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya).
Dalam kesempatan ini, Rohina turut menyarankan agar taman asuh menghadirkan tim ahli seperti dokter spesialis anak dan psikolog untuk membantu pemantauan tumbuh kembang anak, serta menghimbau pengasuh agar rutin mengikuti webinar seri Kelas Orangtua Hebat (Kerabat).
“Di samping itu, juga memberikan edukasi terkait pentingnya pola pengasuhan pada 1000 hari pertama kehidupan dan mengajak pihak kelurahan mengimbau masyarakat agar memperhatikan tumbuh kembang anak melalui pemanfaatan Tamasya di wilayah masing-masing,".
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!