BGN Tegaskan Program MBG Utamakan Ibu Hamil, Balita, dan Ibu Menyusui Bukan Hanya Siswa
📅 Kamis, 16 Apr 2026, 16:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan tujuan utama Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yakni untuk memberikan asupan gizi pada kelompok rentan atau ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) sebelum menyasar peserta didik.
"Sebagaimana tujuan yang ditetapkan, bahwa Program MBG ini perlu saya luruskan. Setiap kali saya datang ke beberapa wilayah, karena yang diutamakan selalu disebut-sebut itu adalah anak sekolah atau peserta didik, sehingga pada praktiknya banyak mitra begitu membuat atau membangun SPPG langsung membuat penandatanganan kesepahaman dengan kepala sekolah," kata Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi Sony Sonjaya di Jakarta, Kamis (16/4).
Ia menegaska, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) perlu mempertimbangkan Kelompok 3B itu untuk meningkatkan kualitas gizi anak bangsa di 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) atau usia 0-2 bulan.
"Siapa itu kelompok rentan? Mereka adalah ibu hamil, karena janin di dalam kandungan juga sudah diperhatikan oleh pemerintah, dia harus mendapatkan asupan gizi. Ibu menyusui, balita, baru kemudian peserta didik. Jadi, yang diutamakan adalah 1.000 HPK," ujar dia.
Sony juga menyoroti adanya praktik-praktik yang menyalahi aturan antara mitra dengan SPPG yang menyalahi tujuan utama program prioritas nasional ini, yakni untuk peningkatan kualitas gizi bangsa.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Seringkali mereka membuat, kalau saya sebut, pemufakatan jahat. Adanya kalimat 'kami tidak akan menerima MBG dari yayasan lain selain yayasan ini'. Nah, itu sebenarnya tidak boleh. Akhirnya, setiap kali ke daerah, kami luruskan bahwa tujuan utama Program MBG adalah memberikan asupan gizi kepada kelompok rentan," paparnya.
Sony juga mengemukakan Program MBG kini telah memberikan efek berantai untuk menghidupkan atau meningkatkan perekonomian daerah.
"Saat ini ada 26.663 SPPG, bahkan tadi malam saya lihat data sudah 27.066 SPPG yang terverifikasi, jadi, 25.000 telah operasional. Dari jumlah SPPG tersebut, 1,18 juta relawan telah bekerja. Jadi, kalau berbicara tentang pemberdayaan masyarakat, yang pertama kali wujudnya terlihat adalah 27 ribu SPPG itu. Semuanya melibatkan masyarakat," tutur Sony Sonjaya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!