Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Program Akselerasi UMKM Perempuan SisBerdaya dan DisBerdaya 2026 Kembali Digelar

📅 Senin, 06 Apr 2026, 19:45 WIB | Oleh:
Program Akselerasi UMKM Perempuan SisBerdaya dan DisBerdaya 2026 Kembali Digelar Doc: Dana
Ket. Aisyah Nur Asri, pendiri Mad Quinn Beaut. Dana dan Ant International kembali membuka pendaftaran SisBerdaya & DisBerdaya 2026. Temukan strategi UMKM perempuan naik kelas melalui teknologi dan inklusi.

JAKARTA – Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kian mengukuhkan posisinya sebagai tulang punggung ekonomi nasional dengan kontribusi melampaui 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Namun, di balik angka tersebut, tantangan besar masih membayangi, mengingat 99 persen pelaku usaha masih terjebak di level mikro.

Kondisi tersebut kian pelik bagi pelaku UMKM perempuan yang masih berhadapan dengan tembok struktural, mulai dari kesenjangan literasi keuangan dan digital, terbatasnya akses pembiayaan, hingga minimnya keterlibatan dalam pengambilan keputusan ekonomi.

Menjawab tantangan tersebut, Dana bersama Ant International Foundation kembali meluncurkan program SisBerdaya dan DisBerdaya 2026 dengan tema “Perempuan Berteknologi Membangun Bisnis & Kesetaraan”. Berdasarkan pengalaman para jawara tahun sebelumnya, terdapat lima kunci strategis bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan skala bisnisnya.

Pertama, adaptasi teknologi merupakan keniscayaan. Data INDEF 2024 mencatat bahwa digitalisasi mampu mendongkrak omzet hingga 50 persen. Aisyah Nur Asri, juara SisBerdaya 2025, menekankan bahwa pemanfaatan teknologi bisa dimulai dari langkah sederhana seperti merapikan media sosial, mengatur landing page, hingga menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk pemasaran.

Kedua, semangat untuk terus belajar adalah investasi utama. Inne Viryani, pemilik Riasafood, membuktikan bahwa mengikuti pelatihan dapat membuka akses ke wawasan bisnis baru yang berujung pada peningkatan penjualan hingga 130 persen.

Ketiga, memperluas jejaring melalui komunitas dan bazar terbukti menjadi katalisator pertumbuhan. Eka Shandy Andi Ishak asal Sulawesi merasakan langsung bagaimana dukungan komunitas seperti Dekranasda mampu memperkuat fundamental usahanya.

Keempat, pelaku UMKM diharapkan mampu menciptakan dampak sosial yang melampaui profit. Hj. Nurlaela, melalui Cantika Sabbena, menunjukkan bahwa UMKM dapat melestarikan budaya lokal sekaligus memberdayakan sesama perempuan melalui praktik bisnis berkelanjutan.

Kelima, ketekunan dan konsistensi tetap menjadi fondasi utama. Rani Mei Lestari, penyandang paraplegia pemilik DISPROMAN Laundry, membuktikan bahwa dengan konsistensi, pelaku usaha dapat menghapus stigma sekaligus membuka lapangan kerja bagi sesama penyandang disabilitas.

Tahun ini, program SisBerdaya dan DisBerdaya menargetkan partisipasi 6.000 pelaku UMKM, meningkat 20 persen dari tahun sebelumnya. Director of Communications Dana, Olavina Harahap, menjelaskan bahwa pihaknya akan memberikan kurikulum baru terkait gaya hidup finansial sehat agar usaha peserta tetap berkelanjutan. Selain itu, DisBerdaya 2026 kini hadir lebih inklusif dengan menjangkau wilayah di luar Pulau Jawa.

“Dalam tiga tahun terakhir, program SisBerdaya dan DisBerdaya telah menjangkau 9.000 UMKM dan 600 UMKM menerima penghargaan. Program ini kembali kami selenggarakan untuk membuka kesempatan yang lebih luas. Kami akan memberikan beberapa kurikulum baru untuk peserta terpilih tahun ini, termasuk salah satunya adalah pembekalan gaya hidup finansial sehat. Tujuannya agar mereka tidak hanya sukses dalam berbisnis, tetapi memastikan usahanya berkelanjutan. Di akhir acara, kami juga akan mendorong 30 finalis untuk berpartisipasi dalam salah satu bazar ternama di Jakarta,” ujar Olavina melalui siaran pers pada hari Senin (6/4).

Dukungan pemerintah juga mengiringi langkah ini. Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) RI, Veronica Tan, mengapresiasi inisiatif ini sebagai upaya memastikan tidak ada perempuan yang tertinggal dalam pembangunan ekonomi nasional.

"Perempuan memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi. Melalui ruang untuk tumbuh dan belajar ini, kita memastikan kontribusi mereka semakin signifikan terhadap ekonomi nasional," katanya.

Senada dengan hal tersebut, Senior Director Ant International, Wilson Siahaan, menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan berdampak domino bagi kesejahteraan keluarga dan penciptaan lapangan kerja yang inklusif.

"Kami bangga mendukung ekosistem yang lebih inklusif dan dinamis bagi wirausaha perempuan di Indonesia," tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.