Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov Jateng Dorong Pedagang Bakso untuk Naik Kelas

📅 Sabtu, 18 Apr 2026, 06:39 WIB | Oleh:
Pemprov Jateng Dorong Pedagang Bakso untuk Naik Kelas Doc: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah
Ket. Pedagang bakso menyiapkan hidangan untuk pembeli di salah satu kedai bakso.

SEMARANG, JAWA TENGAH - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berupaya mendorong para pelaku usaha mikro dan kecil, seperti pedagang bakso untuk naik kelas, mengingat kontribusinya yang besar dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan.

"Pedagang bakso di Jateng ini merupakan pegiat ekonomi mikro yang jumlahnya paling besar," kata Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, di Semarang, Jumat.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri silaturahmi dan halal bihalal Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso Nusantara Bersatu (Apmiso) Jateng di Wisma Perdamaian Semarang.

Berdasarkan data Apmiso, setidaknya terdapat 17.500 pedagang bakso yang ada di berbagai wilayah Jateng.

Karena itu, kata dia, para pedagang bakso itu perlu dilakukan pendampingan agar usahanya berkembang sehingga menjadi naik kelas, mulai dari sertifikasi halal, pengolahan daging, dan sebagainya.

Ia juga menegaskan pentingnya intervensi pemerintah agar pedagang bakso tidak berhenti di level usaha kecil, salah satunya percepatan sertifikasi halal agar pelaku usaha lebih tertata, memiliki standar, dan bisa berkembang lebih jauh.

"Sertifikasi halal tidak gampang, dari mulai alat dan sebagainya, berarti dinas kita harus ikut serta, sehingga penjual bakso kita punya sertifikasi," katanya.

Menurut dia, sektor usaha bakso merupakan salah satu usaha rakyat yang tetap bertahan di tengah berbagai kondisi ekonomi.

Ia mengatakan bahwa kehadiran para pedagang bakso memberi kontribusi nyata bagi penguatan ekonomi mikro di Jateng.

"Saya senang sekali hari ini bisa berada di tengah-tengah teman-teman penjual bakso yang secara tidak langsung akan memberikan kontribusi bagi ekonomi mikro di Jawa Tengah," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Apmiso Lasiman menyoroti tantangan yang sedang dihadapi pedagang bakso, mulai dari persaingan usaha yang makin ketat hingga persoalan bahan baku.

Menurut dia, pembiayaan menjadi syarat utama bila pedagang ingin menaikkan kapasitas usaha, aset, dan omzet.

Selain itu, ia juga mendorong kerja sama dengan kalangan akademisi agar pelaku usaha lebih siap menghadapi persaingan, terutama dalam hal teknologi, pemasaran, dan produksi. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Ekonomi
Neraca perdagangan Indonesi...
Nasional
Presiden Prabowo lantik Wan...
Olahraga
Fitriani/Fadona melaju ke f...
Advertisement
Data Center AI Jatiluhur Ternyata Tanpa Amdal! KDM Setop Pembangunannya

Data Center AI Jatiluhur Ternyata Tanpa Amdal! KDM Setop Pembangunannya

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.