Presiden IOC Serukan Akhiri Saling Menyalahkan dalam Perang Melawan Doping
📅 Kamis, 04 Des 2025, 10:04 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: AFP
SEOUL, KOREA SELATAN - Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC), Kirsty Coventry, bersama presiden Badan Anti-Doping Dunia (WADA), Rabu (3/12) menyerukan persatuan global dalam memerangi penggunaan doping setelah hubungan dengan Amerika Serikat mengalami retakan.
“Terlalu sering kita melihat energi terbuang untuk perpecahan, saling menyalahkan, dan agenda yang saling bertentangan,” ujar Coventry dalam Konferensi Dunia Anti-Doping yang digelar WADA di Busan, Korea Selatan. “Sulit menyaksikan perpecahan dalam komunitas kita.”
Pernyataan ini muncul hampir 18 bulan setelah investigasi internal menyatakan WADA tidak memiliki bias pro-Tiongkok dalam skandal besar yang mengguncang badan tersebut. Skandal itu melibatkan 23 perenang Tiongkok yang bebas dari tuduhan doping meski dinyatakan positif mengonsumsi obat jantung terlarang pada 2021.
Penyelidik Tiongkok menyimpulkan para atlet tersebut terpapar zat tersebut dari dapur hotel yang terkontaminasi. WADA kemudian memutuskan untuk tidak melakukan investigasi independen, memicu kritik tajam, terutama dari Amerika Serikat dan lembaga anti-dopingnya, USADA.
Sebagai respons, pemerintah AS menarik pendanaan sebesar 3,6 juta dolar AS, yang menyebabkan perwakilan AS dicabut dari komite eksekutif WADA.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Hanya ada satu perjuangan yang seharusnya kita hadapi, yaitu melawan doping,” tegas Coventry di hadapan peserta konferensi. “Namun yang terjadi, kita justru saling berhadapan. Mereka yang diuntungkan dari perpecahan ini hanyalah para pelaku doping.”
Senada, Presiden WADA, Witold Banka, menyoroti pihak-pihak yang lebih memilih konfrontasi ketimbang kerja sama. Tanpa menyebut negara tertentu, ia menilai ada suara-suara yang “berbicara seolah sistem mereka lebih unggul, seakan hanya mereka yang bertindak dengan integritas.”
Ia menambahkan: “Kepada mereka yang berperilaku seolah datang dari sistem yang ‘lebih baik’ dan berharap dunia mengikuti agenda pribadi mereka, kami katakan dengan hormat namun tegas: tidak. Anti-doping bukan milik satu negara atau satu individu.”
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!