Pramono Anung Tegaskan Mobil Tak Boleh Lagi Masuk Kawasan Ragunan
📅 Kamis, 14 Agu 2025, 11:30 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Koran Jakarta / Paundra Zakirulloh
JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyoroti permasalahan parkir di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan. Ia menegaskan bahwa ke depannya kendaraan roda empat tidak akan diizinkan masuk ke dalam kawasan kebun binatang tersebut demi menjaga kenyamanan dan keamanan pengunjung.
Menurut Pramono, masalah parkir menjadi salah satu hambatan utama yang memengaruhi kualitas kunjungan di Ragunan. Ia menyebut kemacetan yang terjadi akibat kendaraan masuk ke dalam area kebun binatang sering mengganggu pengunjung dan kelancaran aktivitas di lokasi.
“Persoalan di Ragunan ini yang paling utama adalah satu, dari mulai yang kecil-kecil, urusan parkir. Masih banyak yang kemudian parkirnya, kalau lagi ramai, masuk ke dalam, dan itu sangat mengganggu,” kata Gubernur Pramono saat meninjau Taman Margasatwa Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (14/8).
Gubernur DKI itu meminta agar segera dibangun fasilitas parkir bertingkat khusus kendaraan roda empat di kawasan Ragunan. Saat ini, fasilitas parkir bertingkat baru tersedia untuk kendaraan roda dua atau sepeda motor.
“Maka saya meminta kepada Kepala Dinas yang menangani ini untuk segera dipersiapkan parkir bertingkat untuk mobil. Tadi kalau motor kan sudah ada,” jelas Pramono.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menambahkan bahwa setelah fasilitas parkir bertingkat tersedia, kendaraan roda empat tidak akan lagi diizinkan masuk ke dalam area kebun binatang. Menurutnya, kebijakan ini penting untuk menjaga kenyamanan pengunjung serta kelancaran aktivitas wisata di Ragunan.
“Sehingga dengan demikian, dalam waktu dekat pasti akan kami larang mobil tidak boleh lagi masuk ke dalam,” lanjutnya.
Selain penataan parkir, Pramono juga menyoroti perlunya fasilitas transportasi internal di area seluas 127 hektare tersebut. Ia menilai, keberadaan bus keliling yang beroperasi secara rutin dapat mempermudah pengunjung dalam menikmati koleksi flora dan fauna Ragunan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Perlu bus yang secara rutin berkeliling untuk bisa masyarakat dengan gampang melihat binatang yang ada di sini. Karena tempat ini adalah untuk flora dan fauna yang menurut saya salah satu yang terbaik di Asia Tenggara,” ucapnya.
Pramono menjelaskan bahwa fasilitas transportasi yang memadai akan mendorong peningkatan jumlah kunjungan serta pendapatan. Ia mencontohkan bahwa meskipun kebun binatang di Singapura lebih kecil, pendapatan yang dihasilkan tinggi karena fasilitasnya dikelola dengan baik.
Selain parkir dan transportasi internal, ia juga meminta perbaikan pada sistem tiket masuk dan manajemen pengelolaan. Menurutnya, sistem yang lebih efisien akan meningkatkan kenyamanan pengunjung serta memperkuat daya tarik wisata Ragunan.
Ia juga menilai bahwa sarana dan prasarana yang baik akan memberikan pengalaman berkunjung yang lebih menyenangkan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah pengunjung baik dari dalam maupun luar kota.
“Jadi sekali lagi, untuk Margasatwa Ragunan ini betul-betul saya ingin perbaiki. Dan saya lagi berpikir apakah sudah waktunya dibuat Ragunan ini tidak hanya siang, tetapi malam hari juga,” pungkasnya.
Pramono menyampaikan bahwa rencana pembukaan Ragunan pada malam hari sedang dipertimbangkan. Jika terealisasi, kebijakan ini akan menambah variasi waktu kunjungan serta memberikan pengalaman wisata yang berbeda bagi pengunjung.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!