Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Prabowo Jelaskan Alasan Libatkan TNI–Polri dalam Program Ketahanan Pangan

📅 Jumat, 13 Feb 2026, 21:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Prabowo Jelaskan Alasan Libatkan TNI–Polri dalam Program Ketahanan Pangan Doc: Antara
Ket. Presiden Prabowo Subianto Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Kepala BGN Dadan Hindayana, Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo, Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya (kedua kiri) usai pemberian penghargaan Anugerah Bintang Jasa saat peresmian secara serentak 1.072 SPPG Polri se-Indonesia serta 18 gudang ketahanan pangan di SPPG Palmerah, Jakarta, Jumat (13/2).

Jakarta- Presiden Prabowo Subianto menjelaskan alasan TNI dan Polri terlibat dalam program-program prioritas pemerintah mewujudkan swasembada pangan dan memperkuat ketahanan pangan, terutama setelah adanya kritik dari sejumlah ahli, pengamat, ataupun tulisan-tulisan editorial dari media asing.

Di hadapan sejumlah pejabat negara dan petinggi Polri, Presiden Prabowo menjelaskan TNI dan Polri terlibat karena mereka ialah tentara rakyat dan polisi rakyat sehingga mereka pun dilibatkan dalam program-program yang berkaitan langsung dengan keselamatan rakyat, termasuk peningkatan produksi pangan.

"Ada kritik di media-media asing, ini Presiden Prabowo menggunakan tentara dan polisi untuk meningkatkan produksi pangan. Menurut mereka, ini enggak sesuai dengan paham pasar bebas mereka. Emangnya ada paham pasar bebas? Ya kan? (Saya, red.) dikritik, ya memang ini, ini tentara rakyat, ini polisi rakyat," kata Presiden Prabowo saat acara peresmian 1.700 lebih SPPG dan gedung-gedung ketahanan pangan Polri di SPPG Polri Palmerah, Jakarta, Jumat.

Presiden kemudian melanjutkan jika rakyat menderita kekurangan pangan, maka itu juga menjadi penderitaan para polisi dan tentara.

"Penderitaan rakyat adalah penderitaan tentara, penderitaan rakyat adalah penderitaan polisi, (yang) awaknya, anggotanya adalah anak-anak rakyat," sambung Presiden.

Oleh karena itu, Prabowo pun memuji inisiatif Polri membangun 18 gudang ketahanan pangan dan membentuk 1.179 SPPG yang mengelola dapur-dapur makan bergizi gratis (MBG) di berbagai daerah tanah air.

"Saya hari ini sungguh-sungguh merasa bahagia, saya merasa puas hati, karena saya melihat institusi yang sangat penting bagi negara, dan bangsa kita, yaitu Kepolisian Negara Republik Indonesia, telah mengambil inisiatif, mungkin di satu bidang yang seolah-olah tidak merupakan tugas pokoknya, tetapi pimpinan Kepolisian Negara telah menangkap masalah yang krusial bagi keselamatan suatu bangsa," kata Presiden Prbaowo.

Prabowo lanjut menilai Polri telah berhasil menangkap esensi dari tugas pokoknya, yang tidak sekadar menjaga keamanan fisik dan memelihara ketertiban.

"Manusia di mana pun, apapun agamanya, apapun rasnya, apapun kelompok etnisnya, manusia mana pun, seorang bapak dan seorang ibu yang utama pemikirannya, yang utama perhatiannya adalah keamanan dan kesejahteraan keluarganya, anak-anaknya, dan keamanan yang pertama adalah aman dari lapar," kata Presiden Prabowo.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.