Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Populasi Lansia Melejit, Produktivitas Tergerus? Sinyal Bahaya dari Proyeksi 2045!

📅 Senin, 30 Jun 2025, 15:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
Populasi Lansia Melejit, Produktivitas Tergerus? Sinyal Bahaya dari Proyeksi 2045! Doc: ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah.
Ket. Warga lansia (lanjut usia) belajar membaca Al Quran di Pondok Iqro, Desa Sukadanau, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

JAKARTA – Peningkatan jumlah lansia yang tidak lagi produktif dapat meningkatkan beban ekonomi bagi keluarga dan negara, terutama terkait biaya perawatan kesehatan dan jaminan sosial. Berkurangnya jumlah penduduk usia kerja dapat menyebabkan penurunan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Lansia rentan terhadap berbagai penyakit kronis, yang memerlukan biaya perawatan yang tinggi dan dapat meningkatkan beban sistem kesehatan. Banyak lansia yang membutuhkan bantuan dalam aktivitas sehari-hari, sehingga meningkatkan kebutuhan akan layanan sosial dan perawatan jangka panjang.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyatakan struktur penduduk tua (lansia) diproyeksikan meningkat hingga 19,9 persen pada tahun 2045.

“Dengan populasi lansia di Indonesia yang mencapai 10,48 persen dari total penduduk berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional 2022, Indonesia telah resmi memasuki struktur penduduk tua atau ageing population sejak 2021. Jumlah ini diproyeksikan akan meningkat hingga 19,9 persen pada 2045,” kata Direktur Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan Sosial Kementerian PPN/Bappenas Tirta Sutedjo dalam webinar memperingati Hari Lanjut Usia Nasional 2025, dikutip dari keterangan resmi, di Jakarta, Senin (30/6).

Peningkatan itu dinilai mencerminkan keberhasilan pembangunan, terutama dalam hal peningkatan angka harapan hidup.

Sebaiknya Anda baca juga:

Di sisi lain, kondisi tersebut juga membawa tantangan besar, terutama dalam penyediaan layanan publik yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan lansia.

Dia menerangkan bahwa salah satu bentuk konkret dari implementasi Strategi Nasional Kelanjutusiaan adalah pengembangan Layanan Lansia Terintegrasi (LLT) berbasis komunitas.

LLT berfungsi sebagai sistem rujukan di tingkat desa/kelurahan yang menghubungkan lansia dan keluarganya dengan layanan dasar, seperti kesehatan, perlindungan sosial, dan ruang partisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat.

“Sejak 2021, LLT telah diuji coba di lima lokasi di Yogyakarta dan Bali, dan menunjukkan efektivitas dalam meningkatkan kualitas hidup lansia,” ujar Tirta.

Pihaknya juga menerangkan bahwa Bappenas menjalankan tugas dan fungsi menyusun perencanaan maupun kebijakan jangka panjang, menengah, serta tahunan, dan telah mengintegrasikan kebijakan kelanjutusiaan. Hal ini mengacu Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2025-2045, kemudian Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025-2029, dan rencana kerja tahunan pemerintah

“Kami berharap kementerian/lembaga/daerah, badan usaha, kelompok masyarakat, dan juga keluarga dapat melakukan hal yang sama, tentunya sesuai dengan peran, tugas, dan fungsinya masing-masing,” katanya lagi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.