Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Polisi turun Tangan, Pengendara Lawan Arus di Jalan Raya Bekasi Lebih Galak Saat Ditegur, Warga: Ujungnya Ribut

📅 Senin, 02 Mar 2026, 17:22 WIB | Oleh:
Polisi turun Tangan, Pengendara Lawan Arus di Jalan Raya Bekasi Lebih Galak Saat Ditegur, Warga: Ujungnya Ribut Doc: ANTARA/Siti Nurhaliza
Ket. Sejumlah pengendara melawan arah di Jalan Raya Bekasi, tepatnya di wilayah Cakung Timur, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Senin (2/3).

JAKARTA - Fenomena melawan arus di Jalan Raya Bekasi, tepatnya di kawasan Cakung Timur, Jakarta Timur, kian meresahkan dan mengancam keselamatan pengguna jalan.

Meski Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Timur telah menyiagakan personel setiap pagi, aksi nekat para pengendara sepeda motor yang berdalih mengejar waktu ini seolah tak terbendung, bahkan sering kali berujung pada kecelakaan dan konflik fisik dengan warga sekitar.

"Anggota di situ pagi ada tiga. Memang anggota saya bagi semua untuk mengatur lalu lintas atau pengendara yang lawan arus," kata Kepala Bagian Operasi (KBO) Satlantas Polres Metro Jakarta Timur AKP Eko Apriyanto saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

Langkah tersebut dilakukan untuk menekan potensi kecelakaan yang kerap terjadi saat jam sibuk.

Eko menyebutkan penempatan personel difokuskan pada pukul 06.00 WIB hingga 09.00 WIB. Pada rentang waktu tersebut, arus lalu lintas dari arah Bekasi menuju Cakung didominasi kendaraan roda dua yang hendak beraktivitas.

"Anggota dari jam 06.00 WIB sudah berdiri di lokasi. Pagi hari memang paling padat, terutama jam 06.00 WIB sampai jam 07.00 WIB. Setelah jam 09.00 WIB, biasanya sudah landai," ujar Eko.

Menurut dia, kepadatan kendaraan pada jam berangkat kerja dan sekolah kerap memicu sebagian pengendara nekat melawan arus untuk mempercepat perjalanan.

Kondisi itu diperparah ketika pengendara mengikuti satu sama lain, sehingga pelanggaran terjadi secara beramai-ramai.

"Polisi nyeberangin dari arah Cakung, motor pada ngikut semua. Tidak lama meluap, cuma setengah jam. Kita mau memberi tindakan, kebetulan traffic light mati, cuma nyala yang kuning aja," ucap Eko.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, petugas ditempatkan di dua titik perempatan yang dinilai rawan pelanggaran.

Titik pertama berada di perempatan dari arah dalam permukiman warga, sementara titik kedua di perempatan dari arah kawasan KBN.

Di lokasi tersebut, anggota melakukan pengaturan arus dan mengarahkan pengendara agar tetap berada di jalur sesuai aturan.

"Kita sudah upayakan agar mereka masuk jalur yang benar, tapi kadang masyarakat ini ramai-ramai, jadi ikut-ikutan. Sudah diarahkan, bisa kembali lagi," tutur Eko.

Dia mengakui jumlah personel yang disiagakan di lokasi tersebut memang terbatas karena harus dibagi ke sejumlah titik rawan lainnya di wilayah Jakarta Timur.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.