Polandia Selundupkan 10 Jet Tempur MiG-29 Lewat Hutan untuk Ukraina
📅 Jumat, 24 Nov 2023, 07:40 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
WARSAWA - Tak sabar menunggu persetujuan Amerika Serikat untuk memenuhi kebutuhan militer Ukraina dalam menghadapi serangan Rusia, Polandia baru-baru ini dilaporkan telah membongkar 10 pesawat tempur MiG-29 miliknya dan menyimpannya di hutan dekat perbatasan. Ukraina kemudian mengatur untuk mengambil jet-jet yang telah dibongkar tersebut sebelum merakitnya kembali dan menggunakannya dalam perang.
Dilansir oleh EurAsian Times, operasi rahasia ini terumgkap daa sebuah buku yang ditulis oleh jurnalis Polandia Zbigniew Parafianowicz 'Polska Na Wojnie' (Polandia Berperang). Warsawa bertindak dengan menyembunyikan informasi dari Amerika, yang "ragu-ragu" dalam menyetujui jet tempur tambahan untuk Ukraina dalam tiga bulan pertama perang pada awal tahun 2022,
Buku ini menelusuri diplomasi dan pertukaran awal menjelang dan setelah Operasi Militer Khusus (SMO) Rusia yang diluncurkan pada 24 Februari 2022. Buku tersebut menyebutkan rincian yang tidak diketahui tentang apa yang terjadi antara Presiden Volodymyr Zelensky dan mitranya dari Polandia, Andrzej Duda, Presiden AS, Joe Biden, Jerman, Prancis, dan negara-negara Baltik seperti Estonia, Latvia, dan Lituania.
Menariknya, penilaian terhadap kinerja Ukraina dan rencana perang Rusia juga mempengaruhi sebagian besar pengambilan keputusan, namun keduanya kemudian terbantahkan.
Ukraina memberikan perlawanan keras di timur, tenggara, dan selatan, sementara Rusia hanya membuat kemajuan yang lambat. Rusia juga tidak melakukan serangan kilat yang cepat, cepat, dan menyeluruh yang memerlukan kekuatan besar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ide Polandia Tentang Cara Mengirim MiG-29 ke Ukraina
Saat Ukraina sedang berperang, muncul pertanyaan tentang pemberian bantuan militer. Pada hari pertama atau kedua, seorang pejabat Ukraina menulis di WhatsApp kepada salah satu menteri Polandia bahwa mereka membutuhkan bahan bakar dan sistem antipesawat.
Menurut kutipan buku yang diterjemahkan dan diparafrasekan yang diunggah di X, kebutuhan untuk mengirim bantuan militer ke Ukraina muncul setelah terbukti bahwa tentara dan pemerintah Ukraina masih utuh dan akan bertahan lebih lama dalam perang daripada yang diperkirakan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Polandia berencana menyerahkan MiG-29 ke Ukraina dan ingin melakukannya dengan cara yang "tidak akan membahayakan Polandia". Sedangkan Amerika bersikap "ambigu" dalam masalah ini dan menunjukkan kepada Zelensky, yang sejak itu berhubungan dengan Polandia, bahwa Duda menentang penyerahan MiG. Akibatnya, Zelensky secara pribadi menelepon Duda.
Keengganan Amerika dapat dijelaskan karena jet-jet tersebut dipandang sebagai partisipasi langsung negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dalam perang, yang dapat menjadikannya target yang sah. Hal ini akan menyebabkan bentrokan langsung antara AS, Eropa, dan Rusia, yang mengarah pada apa yang oleh para ahli militer disebut sebagai Perang Dunia ke-3.
Dalam pertukaran berikutnya antara diplomat Polandia, Amerika, dan Ukraina, Polandia menawarkan untuk mentransfer pesawat melalui Ramstein di Jerman. Ramstein adalah pangkalan Angkatan Udara AS yang penting di barat daya Jerman.
"Pilot Polandia sudah siap untuk menerbangkan MiG ke Ramstein, dimana pihak Ukraina dapat mengambilnya (dan menerbangkannya kembali ke Ukraina)."
Namun, AS tetap menentang rencana tersebut (khawatir Ramstein akan diserang Rusia), dan tampaknya mereka tidak dapat menawarkan alternatif lain, sehingga membuat Polandia dan Ukraina frustrasi.
"Di satu sisi, Amerika Serikat mendesak untuk menolak penyerahan tersebut, dan di sisi lain, Ukraina mendesak karena adanya kebutuhan yang mendesak," demikian kutipan tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!