Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PM Egede Dorong Kemerdekaan Greenland di Tengah Minat Trump untuk Membeli Wilayahnya

📅 Senin, 06 Jan 2025, 01:00 WIB | Oleh:
PM Egede Dorong Kemerdekaan Greenland di Tengah Minat Trump untuk Membeli Wilayahnya Doc: AFP/Saul LOEB
Ket. Menlu AS, Antony Blinken (kanan) berbicara dengan PM Greenland, Mute Egede (kiri) dan Dr. Mie Wingding, ilmuwan di Pusat Penelitian Iklim Greenlands, saat ia mengunjungi situs Black Ridge Viewing di Kangerlussuaq, Greenland, beberapa waktu lalu.

ISTAMBUL- Perdana Menteri (PM) Greenland, Mute Egede, pada hari Jumat (3/1) menyerukan kemerdekaan pulau tersebut dari Denmark sebagai langkah untuk melepaskan diri dari belenggu era kolonial.

Seperti dikutip dari Politico, dalam pidato tahun baru, Egede menekankan hak Greenland untuk menentukan nasib sendiri di tengah perhatian global yang kembali muncul setelah Presiden AS terpilih, Donald Trump, menghidupkan kembali minatnya untuk membeli wilayah tersebut.

Egede menyoroti ketimpangan yang masih ada dalam hubungan antara Greenland dan Denmark, yang mengelola pulau tersebut sebagai koloni hingga 1979 dan masih memberikan subsidi tahunan sebesar 500 juta euro (sekitar 514,5 juta dollar AS atau sekitar 8,3 triliun rupiah).

"Sejarah dan kondisi saat ini telah menunjukkan bahwa kerja sama kami dengan Kerajaan Denmark belum berhasil menciptakan kesetaraan penuh," kata Egede, seraya menekankan perlunya Greenland menentukan jalannya sendiri.

Greenland, yang meraih otonomi pada 1979 dan memperoleh hak untuk mendeklarasikan kemerdekaan melalui referendum pada 2009, telah menjadi pusat kepentingan strategis dan ekonomi karena cadangan besar minyak, gas alam, dan mineralnya.

Pulau ini, yang berpenduduk 57.000 jiwa, juga menjadi lokasi pangkalan penting Angkatan Udara Amerika Serikat (AS).

Proposal Kontroversial

Komentar Egede muncul beberapa pekan setelah Trump kembali menyatakan proposal kontroversialnya untuk membeli Greenland, ide yang pertama kali dia lontarkan pada 2019.

Pemimpin Greenland tersebut dengan tegas menolak gagasan itu, menyatakan bahwa wilayah itu tidak untuk dijual dan tidak akan pernah dijual.

Denmark, yang telah menghadapi kritik atas ketidakadilan historis di Greenland, termasuk kampanye kontrasepsi paksa pada pertengahan abad ke-20, baru-baru ini mengumumkan rencana untuk meningkatkan anggaran pertahanan di pulau tersebut sebesar 1,3 miliar euro (sekitar 21,7 triliun rupiah).

Menteri Pertahanan Denmark, Troels Lund Poulsen, mengaitkan waktu investasi ini dengan kebetulan, meskipun pengumuman tersebut dilakukan setelah minat Trump terhadap wilayah itu kembali mencuat.

“Selama bertahun-tahun, kami tidak cukup berinvestasi di Arktik. Sekarang kami merencanakan kehadiran yang lebih kuat,” ujar Poulsen.

Poulsen menekankan anggaran tambahan dalam skala dua digit miliar krona akan dialokasikan untuk membeli setidaknya dua kapal patroli samudra kelas Tetis, dua drone jarak jauh, serta merekrut personel militer untuk Komando Arktik Gabungan, yang bertanggung jawab atas keamanan Kepulauan Faroe dan Greenland.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.