Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Petani Milenial Sumenep Dilatih Membuat Pupuk Organik cair

📅 Kamis, 13 Mar 2025, 22:17 WIB | Oleh:
Petani Milenial Sumenep Dilatih Membuat Pupuk Organik cair Doc: ANTARA/HO-Pemkab Sumenep
Ket. Pelatihan pembuatan pupuk cair organik oleh petani milenial di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Sumenep, 13/3  - Petani milenial di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur mendapat pelatihan membuat pupuk organik cair, untuk meningkatkan kualitas hasil pertanian dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.

"Selain untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, pembuatan pupuk cair organik ini juga dalam rangka memanfaatkan bahan-bahan alami yang ada di sekitar lahan pertanian warga," kata Kordinator Penyuluh pada Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Sumenep, Delly Hos Kapila di Sumenep, Jawa Timur, Kamis.

Kegiatan pembuatan pupuk cair organik ini diikuti oleh anggota petani milenial Sumenep dan sejumlah anggota BPP Sumenep.

Kolaborasi tersebut, kata dia sebagai salah satu solusi dalam mengatasi tantangan pertanian modern yang selama ini bergantung pada pupuk kimia.

Pelatihan tersebut dipandu dua fasilitator yakni Salamet sebagai fasilitator dalam pembuatan pupuk organik cair, dan anggota BPP Kota, Amrisal Ardiansyah sebagai fasilitator dalam pembuatan bakteri pupuk fluorescens.

Ketua Kelompok Petani Milenial M Ridwan mengatakan, kegiatan tersebut untuk memberikan pemahaman mengenai bahan-bahan alami yang dapat digunakan untuk membuat pupuk organik cair, seperti daun kelor, lamtoro, mengkudu, dan bahan fermentasi lainnya.

"Selain itu, anggota kami juga dilatih mengenai cara pembuatan dan aplikasi pupuk organik cair di lahan pertanian mereka," ujarnya.

Salamet mengatakan saat ini masyarakat Sumenep selalu bergantung pada pupuk kimia, padahal pupuk kimia dapat berdampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan.

Pembuatan pupuk organik cair tidak hanya mengurangi biaya produksi, tetapi juga menjaga keberlanjutan tanah dan mengurangi dampak negatif terhadap tanah, lingkungan, dan kesehatan, katanya.

Oleh sebab itu, petani milenial harus merasa optimis dengan potensi pupuk organik cair dalam meningkatkan hasil pertaniannya.

“Kami sering menghadapi masalah dengan harga pupuk kimia yang terus naik. Dengan pupuk organik cair, kami bisa mengurangi biaya dan tetap mendapatkan hasil yang maksimal, bahkan lebih sehat,” ungkapnya.

Kordinator Penyuluh BPP Sumenep, Delly Hos Kapila sangat mengapresiasi kegiatan tersebut.

"Kami sangat mendukung penuh inisiatif dari petani milenial ini, sebagai bagian dari pemberdayaan dan pengembangan pertanian berbasis ramah lingkungan dan kesehatan," katanya.

Langkah tersebut, kata Delly adalah upaya meningkatkan produktifitas pertanian sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem, sebab tanah yang mengandung kimia cenderung tidak sehat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

32 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

56 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.