Pesawat Penumpang Jatuh di Timur Jauh Russia, Semua Penumpang dan Kru Tewas
📅 Jumat, 25 Jul 2025, 09:16 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: AP
MOSKOW - Sebuah pesawat penumpang yang membawa hampir 50 orang jatuh di daerah terpencil di wilayah Amur timur jauh Russia pada Kamis (24/7), menewaskan semua orang di dalamnya, kata pihak berwenang.
Pesawat pesawat baling-baling ganda buatan Soviet Antonov-24, jatuh di daerah terpencil dan berhutan lebat, meninggalkan gumpalan asap tebal dari lokasi kecelakaan dan tidak ada tanda-tanda korban selamat, menurut media pemerintah dan video yang diterbitkan oleh para penyelidik.
Penerbangan Angara Airlines menuju kota Tynda dari kota Blagoveshchensk ketika menghilang dari radar sekitar pukul 1.00 siang waktu setempat (0400 GMT).
Sebuah helikopter penyelamat kemudian melihat badan pesawat yang terbakar di lereng gunung berhutan sekitar 15 kilometer (sembilan mil) selatan bandara Tynda.
Video yang diterbitkan oleh penyelidik Russia menunjukkan asap mengepul dari lokasi kecelakaan dan apa yang tampak seperti pecahan pesawat berserakan di lantai hutan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tim pencarian dan penyelamatan tiba hanya beberapa jam setelah kecelakaan di lokasi terpencil dan sulit dijangkau dan tidak menemukan bukti adanya korban selamat, menurut kantor berita negara TASS.
Penyelidik tidak mengatakan apa yang menyebabkan kecelakaan itu.
Kondisi cuaca pada saat kejadian buruk, CEO Angara Airlines Sergei Salamanov mengatakan kepada saluran TV REN Rusia.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Komandan membuat keputusan untuk melaksanakan penerbangan," katanya seperti dikutip.
Tynda, berpenduduk sekitar 30.000 orang, terletak di area hutan taiga lebat sekitar 200 kilometer (125 mil) dari perbatasan Tiongkok.
Setidaknya satu warga negara Tiongkok ada di dalam pesawat itu, media pemerintah Tiongkok melaporkan.
Presiden Tiongkok Xi Jinping mengirimkan pesan belasungkawa kepada mitranya dari Russia Vladimir Putin.
"Saya ingin menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada para korban dan simpati yang tulus kepada keluarga korban," kata Xi, menurut lembaga penyiaran pemerintah Tiongkok, CCTV.
Pesawat itu hilang dari radar saat mencoba melakukan pendekatan kedua untuk mendarat di Tynda, kata jaksa regional.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!