Pertama di Asia, Pemerintah akan Menjual Obligasi Dolar AS pada Tahun 2026
📅 Rabu, 14 Jan 2026, 13:41 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
JAKARTA - Pemerintah berencana menjual obligasi dolar AS, penawaran pertama di Asia tahun ini, yang semakin mendorong dimulainya penerbitan utang global oleh negara-negara peminjam pada tahun 2026 dengan rekor baru.
Dikutip dari The Bussines Times, Indonesia mulai memasarkan obligasi dengan suku bunga tetap dengan jangka waktu jatuh tempo sedikit lebih dari lima, 10, dan 30 tahun, kata sumber yang meminta agar identitas mereka dirahasiakan karena membahas informasi rahasia.
Penjualan ini terjadi ketika pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berupaya mendanai defisit anggaran yang berisiko melebihi batas legal yang ditetapkan sebesar 3 persen dari produk domestik bruto (PDB) pada tahun 2026.
Pemerintah telah menetapkan target defisit anggaran sebesar 2,68 persen dari PDB tahun ini, dengan total penerbitan obligasi bersih – termasuk utang dalam mata uang lokal dan asing – dipatok sebesar 799,5 triliun rupiah pada tahun 2026.
Selisih tersebut mencapai level tertinggi dalam setidaknya dua dekade pada tahun 2025.
Sebaiknya Anda baca juga:
Citigroup menaikkan perkiraan defisit anggaran tahun 2026 menjadi 3,5 persen dari PDB dari sebelumnya 2,7 persen, dengan alasan ekspektasi pengeluaran yang lebih cepat untuk program makan gratis dan transfer yang lebih besar ke pemerintah daerah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!