Perpustakaan Jakarta: Menata Ruang Pengetahuan untuk Generasi Muda
📅 Selasa, 26 Agu 2025, 18:08 WIB | Oleh: Opik
Doc: ANTARA/Nadine L Amalia
JAKARTA - Pepatah lama mengatakan: membaca adalah jendela dunia. Membaca merupakan pintu gerbang menuju peradaban.
Ketika suatu bangsa membudayakan membaca dan menjadikan buku sebagai sahabat yang selalu menemaninya, maka peradaban yang kokoh pun akan terbangun.
Di tengah gempuran konten instan dan budaya visual, kita perlu memastikan bahwa generasi muda tetap menjadikan buku sebagai sahabat, dan perpustakaan sebagai ruang tumbuhnya peradaban.
Buku ibarat dunia tanpa batas, setiap halaman menyimpan berbagai pengetahuan. Ketika seseorang mulai membaca buku, ia akan menemukan hal-hal berharga yang belum diketahui sebelumnya. Kemudian tumbuh rasa ingin tahu yang akan mendorongnya menelusuri lebih dalam halaman demi halaman. Sebab, selalu ada pengetahuan baru dibaliknya.
Indonesia perlahan namun pasti menunjukkan kemajuan dalam budaya membaca.
Sebaiknya Anda baca juga:
Data Perpustakaan Nasional RI mencatat bahwa Tingkat Gemar Membaca (TGM) nasional pada 2024 mencapai 72,44, melampaui target dan catatan tahun sebelumnya pada angka 66,7.
Jakarta juga menunjukkan kontribusi besar terhadap peningkatan literasi nasional. Per 24 Februari 2025, skor TGM Jakarta mencapai 72,19, mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap kegiatan membaca. Selain itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa 99,42 persen penduduk DKI Jakarta berusia 15 tahun keatas memiliki kemampuan baca dan tulis yang baik.
Capaian ini tentu tidak terjadi begitu saja, melainkan hasil dari berbagai upaya yang dilakukan baik oleh pemerintah, lembaga pendidikan, berbagai komunitas, hingga masyarakatnya yang patut diapresiasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Salah satu upaya tersebut adalah dengan penyediaan dan pengembangan perpustakaan di Jakarta yang menjadi fasilitas literasi ramah dan inklusif bagi seluruh masyarakat.
Ruang Publik yang menghidupkan literasi
Salah satu tonggak penting dalam peningkatan literasi adalah pembenahan perpustakaan sebagai ruang publik yang inklusif, nyaman, dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin di Taman Ismail Marzuki adalah contoh nyata transformasi ini.
Fasilitas yang berlokasi di Jln. Cikini Raya No. 73, Komplek Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat—tepatnya di lantai 3, 4, 5, dan 6 Gedung Ali Sadikin—menjadi saksi tumbuhnya minat literasi masyarakat Jakarta.
Meski berada di dua sisi gedung berbeda, Perpustakaan Jakarta dan PDS H.B. Jassin merupakan satu perpustakaan di bawah pengelola yang sama. Hal yang membedakan adalah koleksi bukunya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!