Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perlu Ditiru Kebijakan Ini, Sekolah di Malaysia Diimbau Setop Kegiatan Luar Ruang Bila Cuaca Panas

📅 Minggu, 24 Mar 2024, 07:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perlu Ditiru Kebijakan Ini, Sekolah di Malaysia Diimbau Setop Kegiatan Luar Ruang Bila Cuaca Panas Doc: ANTARA/Virna P Setyorini
Ket. Arsip - Anak-anak bermain air di bawah terik matahari di kolam Titiwangsa park, Kuala Lumpur, Minggu (17/9/2023).

Kuala Lumpur - Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM) mengeluarkan imbauan agar sekolah menyetop kegiatan luar ruang apabila suhu berstatus cuaca panas level 1 atau bermaknasuhu maksimum harian 35 hingga 37 derajat Celsius sekurang-kurangnya tiga hari berturut-turut.

Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia Muhammad Radzi Abu Hassan melalui pernyataan media diterima di Kuala Lumpur, Sabtu, mengatakan agar seluruh kegiatan luar kelas dihentikan sementara di seluruh lokasi yang berstatus cuaca panas level 1.

Jika status cuaca berubah menjadi Gelombang Panas, maka tindakan lebih lanjut dapat diambil oleh Kementerian Pendidikan Malaysia (KPM) sesuai kebijakan yang dikeluarkan KKM, termasuk salah satunya opsi menutup sementara aktivitas sekolah.

Dalam pernyataan itu KKM juga mengimbau agar para orang tua memastikan anak-anak minum cukup air. Bagi yang berpuasa di bulan Ramadhan ini, saat sahur dan berbuka sebaiknya minum air putih yang cukup.

"Pantau hidrasi dan kesehatan anak selama masa puasa," ujar dia.

Ia mengatakan kebijakan itu diambil oleh KKM mengacu pada status cuaca panas yang dikeluarkan oleh Departemen Meteorologi Malaysia (MET Malaysia) di bawah Kementerian Sumber Daya Alam dan Kelestarian Alam pada Jumat (22/3).

Sejumlah daerah di negara bagian Perlis mengalami gelombang panas (yaitu suhu harian maksimum melebihi 37°C hingga 40° C) sejak Selasa (19/3), sedangkan sebagian besar negara bagian Kedah yakni Langkawi, Kubang Pasu, Padang Terap, Pokok Sena, Kota Setar, Kuala Muda, Pendang, Sik, Baling, serta sebagian negara bagian Perak yakni Hulu Perak, Kuala Kangsar, Kinta mengalami cuaca panas Level 1.

Pada saat yang sama, MET Malaysia juga memperkirakan cuaca kering dan panas dengan suhu di atas 35°C masih terjadi di sebagian besar wilayah tempat-tempat di semenanjung dan Sabah hingga April 2024.

Ia mengatakan paparan cuaca panas dalam waktu lama dapat membahayakan kesehatan, terutama bagi kelompok berisiko tinggi seperti anak-anak, lansia dan penderita penyakit kronis.

Siswa sekolah termasuk kelompok yang berisiko tinggi terkena dampaknya gangguan kesehatan akibat paparan cuaca panas karena faktor fisiologi dan juga faktor kurang meminum air.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

21 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

44 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.