Perlu Dialog untuk Atasi Perselisihan Perdagangan Tiongkok-UE
📅 Selasa, 04 Jun 2024, 00:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: AFP/ WANG ZHAO
BEIJING - Menteri Perdagangan Tiongkok, Wang Wentao, menegaskan Tiongkok terbuka terhadap dialog guna menyelesaikan perselisihan perdagangan dengan Uni Eropa (UE), dan akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk membela kepentingan sah perusahaan-perusahaan negara tersebut.
Wang menyampaikan hal tersebut dalam sebuah pertemuan dengan perusahaan-perusahaan yang didanai oleh Tiongkok di Barcelona, Spanyol, pada Sabtu (1/6) waktu setempat.
Pernyataannya itu muncul sebagai respons atas penyelidikan intensif UE baru-baru ini terhadap produk-produk Tiongkok, termasuk kendaraan listrik, lokomotif kereta, serta peralatan yang digunakan untuk fotovoltaik, pembangkit listrik tenaga bayu, inspeksi keamanan, dan perawatan kesehatan.
Penyelidikan semacam ini dilakukan dengan berbagai dalih seperti kelebihan kapasitas (overcapacity) dan persaingan tidak sehat di Tiongkok. Penyelidikan ini melibatkan penggunaan secara diskriminatif instrumen perlindungan perdagangan (trade remedy), instrumen pengadaan internasional, serta peraturan subsidi asing.
"Langkah-langkah ini justru meningkatkan risiko memperuncing perselisihan perdagangan antara Tiongkok-UE," kata Wang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hindari Perang Dagang
Para pemimpin Prancis, Jerman, dan UE sebelumnya telah berulang kali berjanji untuk menghindari perang dagang, menyatakan dukungan mereka terhadap sistem perdagangan multilateral berbasis aturan dan lingkungan persaingan yang adil.
Kekhawatiran yang sah dari pihak Tiongkok maupun UE harus segera diatasi guna mencegah eskalasi lebih lanjut perselisihan perdagangan, kata Wang, seraya menegaskan Tiongkok akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepent i ngan pe r usahaan-perusahaannya jika UE gagal memenuhi janjinya dan tetap melanjutkan penindasan terhadap perusahaan Tiongkok.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam pertemuan tersebut, menteri perdagangan itu juga menyerukan peningkatan upaya untuk memfasilitasi investasi dan perdagangan antara Tiongkok dan Spanyol.
Pertemuan ini dihadiri oleh para perwakilan dari perusahaan-perusahaan Tiongkok yang terlibat dalam bidang keuangan, manufaktur, energi hijau, dan transportasi di Spanyol, serta para anggota Kamar Dagang Tiongkok untuk Uni Eropa.
Sebelumnya, Juru Bicara Kem e n t e r i a n Perdagangan Tiongkok, He Yadong, men y a t a k a n secara tegas menolak segala bentuk unilateralisme dan proteksionisme perdagangan.
He mengatakan retorika kelebihan kapasitas dan tudingan terhadap apa yang disebut sebagai kebijakan dan praktik nonpasar Tiongkok oleh beberapa negara adalah contoh tipikal dari standar ganda, yang pada dasarnya merupakan unilateralisme dan proteksionisme dan pasti akan melemahkan persaingan yang sehat dan mengganggu tatanan ekonomi internasional.
Dia menyebutkan kebijakan subsidi Tiongkok sesuai dengan aturan Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO) dan tidak ada subsidi yang dilarang menurut peraturan yang ditetapkan oleh WTO.
Menurut He, produk-produk Tiongkok memiliki nilai yang ekonomis dan kompetitif, serta mencapai keunggulan pasar yang kompetitif melalui persaingan pasar penuh, alih-alih mengandalkan subsidi pemerintah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!