Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perkuat Pertahanan Nusantara, Wakasad Pimpin Upacara Penetapan 500 Komcad

📅 Rabu, 11 Sep 2024, 18:19 WIB | Oleh:
Perkuat Pertahanan Nusantara, Wakasad Pimpin Upacara Penetapan 500 Komcad Doc: istimewa
Ket. Wakasad Letjen TNI Tandyo Budi R memimpin upacara penetapan 500 personel Komponen Cadangan Gelombang I Tahun 2024 di Lapangan Murjani, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu (11/9).

BANJARBARU - Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Tandyo Budi R memimpin upacara penetapan 500 personel Komponen Cadangan (Komcad) Gelombang I Tahun 2024 di Lapangan Murjani, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu (11/9). Upacara ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem pertahanan negara di wilayah Pulau Kalimantan dan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Menurut siaran persnya, dalam amanat tertulis Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto, yang dibacakan Wakasad, disampaikan konsep pertahanan semesta (total defence) yang diterapkan di IKN melibatkan pertahanan militer dan nirmiliter yang terintegrasi.

Konsep ini bertujuan menanggulangi dan mencegah ancaman terhadap kedaulatan dan keutuhan NKRI dengan pendekatan deterrence defensif aktif.

Wakasad menekankan pentingnya penerapan smart defense, yang menggabungkan teknologi mutakhir dan diplomasi dalam strategi pertahanan. Ini mencakup dual strategy yang melibatkan seluruh komponen bangsa, wilayah, dan sumber daya nasional.

"Dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara Pasal 1 Ayat 9 mengamanatkan Komponen Cadangan adalah sumber daya nasional yang telah disiapkan untuk dikerahkan melalui mobilisasi guna memperbesar serta memperkuat kekuatan dan kemampuan komponen utama," ujar Wakasad mengutip amanat Menhan.

Pembentukan Komcad di Kodam VI/Mulawarman Gelombang I Tahun 2024 yang dilaksanakan selama tiga bulan ini bertujuan memperkuat pertahanan negara di Kalimantan dan mendukung pengamanan IKN. Selama mobilisasi, Komcad berstatus sebagai kombatan dan tunduk pada hukum militer sesuai Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Militer (KUHPM), sementara pada saat demobilisasi, mereka kembali pada peradilan umum.

Aturan demobilisasi dilakukan sesuai perintah Presiden dengan persetujuan DPR di bawah komando Panglima TNI. Sementara bagi Komcad yang berstatus ASN, karyawan, buruh, dan mahasiswa, mobilisasi tidak akan menyebabkan pemberhentian atau putusnya hubungan dengan instansi mereka.

Setelah upacara penetapan, para personel Komcad mendemonstrasikan berbagai kemampuan yang telah mereka pelajari selama pelatihan, selain turut berpartisipasi dalam defile pasukan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

37 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.